Kualitas dan Kuantitas Wisatawan jadi Fokus Menparekraf Pulihkan Pariwisata Bali

Kualitas dan Kuantitas Wisatawan jadi Fokus Menparekraf Pulihkan Pariwisata Bali

Pariwisata Bali
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Jumlah wisatawan di Bali turun drastis sejak Pandemi Covid-19. Banyak yang berharap, pariwisata Bali bisa kembali pulih di tahun 2022.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pemulihan pariwisata Bali ke depan tidak hanya fokus dari sisi kualitas melainkan juga dari sisi kuantitas, seperti lamanya waktu menginap dan seberapa banyak uang yang dibelanjakan.

“Pemulihan pariwisata di Bali ini mudah-mudahan juga bisa membawa kita ke era baru pariwisata cleanliness, health, safety and environmental sustainability focusing on Nature and culture,” ujar Sandiaga saat diskusi Bali Kembali: From Pandemi to Endemi in Hospitality Industry, Selasa, 15 Maret 2022.

Sandiaga juga mengungkapkan, pada 2019 Bali dikunjungi oleh 6,2 juta wisatawan mancanegara, namun jumlahnya turun drastis akibat pandemi covid-19. Namun wisatawan mulai ramai berdatangan seiring dengan kebijakan tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Pulau Dewata dan menerapkan layanan Visa on Arrival (VOA) bagi PPLN khusus yang datang dari 23 negara pada Maret lalu.

“3 Februari sampai 12 Maret tercatat hampir 5 ribu PPLN yang masuk ke Bali, 76% merupakan wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Sandi mengatakan saat ini pemerintah terus membangun infrastruktur guna menunjang pemerataan pembangunan dan pariwisata di Bali. Terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan memulai pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, sepanjang 96,84 km pada Juni 2022.

“Di Bali sendiri baru saja kita tandatangani sebuah pembangunan jalan tol antara Gilimanuk dan Mengwi harapan kita ini juga bahwa pembangunan di Bali tidak terpusat di selatan Bali tapi ke wilayah lain di Bali,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama bergandengan tangan membangkitkan ekonomi baru, kepulihan pariwisata dan ekonomi kreatif demi mencapai Indonesia emas pada 2045. (*) Dicky F. Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]