Jakarta–PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi ditunjuk sebagai Single Investor Identification (SID) generator bagi pemilik Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga (SB) lainnya yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI).
Peresmian tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KSEI dan BI yang telah dilakukan pada 22 Oktober 2016, dan telah resmi diimplementasikan sejak tanggal 3 Oktober 2016 oleh BI.
“Otomatis dengan adanya penerapan SID Surat Berharga, database investor yang tercatat di KSEI semakin lengkap,” Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi , Jumat, 10 November 2016. (Baca juga: Investor ORI Bertambah 74%)
Friderica juga menjelaskan bahwa penerapan SID Surat Berharga bagi investor di pasar modal dapat memudahkan otoritas pasar modal dalam melakukan pengawasan atas seluruh transaksi Efek yang dilakukan oleh investor, sehingga penyalahgunaan dan penyelewengan rekening nasabah dapat dihindari.
Dengan semakin terkonsolidasinya database investor pasar modal di KSEI, gambaran investor dari segi demografis, seperti usia, gender, pekerjaan serta domisili sebaran investor secara nasional menjadi lebih jelas. (Selanjutnya: Nasabah SBN dan SB tembus 100 ribu)
Berdasarkan data yang tercatat di KSEI per tanggal 7 November 2016, terdapat 104.091 nasabah pemilik SBN dan SB yang telah dibuatkan SID, dengan rincian investor domestik sebanyak 92.252 dan investor asing sebanyak 11.839.
Apabila ditambahkan dengan data SID pemilik Efek yang tercatat di KSEI lainnya, maka total jumlah investor yang tercatat di KSEI sebanyak 858.160. (Baca juga: KSEI Luncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu)
“Data tersebut sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi investor serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya bila kita melihat data per 7 November 2016, investor di Pasar Modal Indonesia masih didominasi oleh pria, berusia 41-50 tahun, berprofesi sebagai karyawan swasta dan berdomisili di wilayah DKI Jakarta, dan berbagai data lainnya. Dengan mengetahui profil yang ada maka akan memudahkan pelaku pasar dalam menyiapkan strategi pengembangan yang tepat,” tambah Friderica. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga








