Poin Penting:
- Setang sepeda motor yang ditumpangi siswi SMAN 6 diduga tersangkut kabel PLN yang menjuntai ke badan jalan hingga menyebabkan kecelakaan fatal.
- Korban terjatuh dari sepeda motor dan meninggal dunia setelah terlindas bus sekolah yang sedang melintas di Jalan Lauser.
- PLN bersama pemerintah setempat melakukan pencopotan kabel bermasalah serta memperketat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa.
Jakarta – Tragedi yang melibatkan kabel PLN menewaskan seorang siswi kelas X SMA Negeri 6 Jakarta berinisial NAP setelah terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya dan terlindas bus sekolah di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/6).
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB ketika korban berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai seorang pengendara dari arah Ciledug menuju Jakarta Selatan.
Camat Kebayoran Baru Rachmat Mulyadi menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang membawa korban melintas di Jalan Lauser. Pada saat itu, terdapat kabel yang melintang dan menjorok ke badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan yang melintas.
Kronologi Kecelakaan akibat Kabel PLN di Jalan Lauser
Rachmat mengungkapkan setang sepeda motor diduga tersangkut kabel PLN yang menjuntai ke arah jalan. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.
“Ketika melewati Jalan Lauser, persis di depan taman, ada kabel yang melintang, agak menjorok ke jalan, sehingga setang motor pengendara tersebut jadi nyangkut, kemudian oleng, sehingga jatuh, dan pada saat jatuh itu, yang dibonceng menjadi korban meninggal dunia,” kata Rachmat dikutip Antara, Kamis (18/6).
Setelah terjatuh, korban diduga berada di jalur yang sama dengan bus sekolah yang sedang melintas. Informasi awal menyebut kendaraan tersebut juga sempat bersenggolan dengan bus sekolah.
“Untuk masalah selanjutnya, disinyalir di belakang, katanya juga bersenggolan dengan bus sekolah. Untuk laka lantas (kecelakaan lalu lintas) sudah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Rachmat.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan.
Baca juga: PLN Tambah 3,3 Juta Pelanggan Baru Sepanjang 2025, Total Tembus 96,2 Juta
Pemantauan Kabel Bermasalah Diperketat
Pascakejadian tersebut, Rachmat meminta para lurah dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) meningkatkan pengawasan terhadap kabel PLN maupun kabel utilitas lain yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Menurutnya, kabel yang kendur dan menjuntai dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.
“Sebagai langkah antisipasi, para lurah beserta petugas PPSU akan terus memonitor wilayah masing-masing secara intensif,” kata Rachmat.
Ia menambahkan pihak kecamatan akan terus melakukan pemantauan dan penataan kabel yang kondisinya dinilai bermasalah agar tidak mengganggu lalu lintas maupun membahayakan warga.
Dalam laporan kepolisian disebutkan terdapat dua korban dalam insiden tersebut, yakni satu korban meninggal dunia dan satu korban mengalami luka-luka. Sementara bus sekolah yang terlibat telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
PLN Copot Kabel Menjuntai dan Koordinasi Penanganan Dilakukan
Sebagai tindak lanjut atas kejadian itu, petugas PLN melakukan pencopotan kabel yang menjuntai di lokasi kecelakaan. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Saat ini, kabel yang mengganggu tersebut sedang dalam proses pencopotan oleh rekan-rekan dari PLN agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa mendatang,” ujar Rachmat.
Pihak Kecamatan Kebayoran Baru juga telah berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, serta PLN Unit Bulungan terkait penanganan insiden tersebut.
Selain proses investigasi yang masih berlangsung, pemerintah setempat juga tengah menunggu arahan lebih lanjut terkait bantuan dan santunan bagi keluarga korban.
Atas peristiwa itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Tragedi yang dipicu dugaan gangguan kabel PLN tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan infrastruktur utilitas demi keselamatan pengguna jalan. (*)
Editor: Yulian Saputra


