Perbankan

Kredit UMKM Tumbuh Tipis Jadi Rp1.404 Triliun di Juni 2025

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit untuk UMKM pada Juni 2025 tumbuh 2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.404 triliun. Angka ini tumbuh tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,9 persen yoy.

Berdasarkan Analis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan kredit UMKM tersebut didorong oleh kredit UMKM skala kecil. Sementara, kredit UMKM skala mikro dan menengah mengalami kontraksi.

Secara rinci, kredit UMKM pada skala kecil yang tumbuh sebesar 10,5 persen yoy menjadi Rp478,1 triliun, meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,6 persen.

Baca juga: BI: DPK Meningkat, Pertumbuhan Kredit Juni 2025 Melambat

Sementara itu, kredit UMKM skala mikro mengalami kontraksi 2,5 persen menjadi Rp621,2 triliun, setelah pada bulan sebelumnya atau Mei 2025 terkontraksi 1,9 persen.

Kemudian, kredit UMKM skala menengah juga menurun sebesar 0,6 persen menjadi Rp304,7 triliun, setelah pada Mei 2025 juga terkontraksi sebesar 1,0 persen.

Baca juga: Lesunya Kredit UMKM Didominasi Segmen Mikro, Ini Datanya

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh kredit UMKM pada skala kecil yang tumbuh sebesar 10,5 persen yoy di tengah kredit pada skala mikro dan menengah yang terkontraksi masing-masing sebesar 2,5 persen dan 1,6 persen yoy,” tulis laporan tersebut, dikutip, Rabu, 23 Juni 2025.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM pada Juni 2025 dipengaruhi oleh kredit investasi yang tumbuh 4,8 persen yoy menjadi sebesar Rp392,1 triliun dan kredit modal kerja naik tipis 0,1 persen yoy atau menjadi Rp1.013 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

16 mins ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

23 mins ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

11 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

11 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

12 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

12 hours ago