Kredit UMKM Diprediksi Tumbuh Maksimal 5 Persen, Program MBG Bisa jadi Penopang

Kredit UMKM Diprediksi Tumbuh Maksimal 5 Persen, Program MBG Bisa jadi Penopang

Poin Penting

  • Kredit UMKM diproyeksikan hanya tumbuh 4-5% pada 2026, karena pertumbuhan sektor UMKM belum merata.
  • Sebanyak 75% kredit UMKM terkonsentrasi di tiga sektor utama, terutama perdagangan (45%), pertanian (19,4%), dan industri pengolahan.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mendorong kredit UMKM, dengan menciptakan permintaan baru dan peluang pembiayaan berbasis invoice.

Jakarta – Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hanya akan mencapai 4 hingga 5 persen pada 2026.

“Hitungan kita tuh yang pertumbuhan kredit UMKM di kisaran 4 hingga 5 persen, jadi tumbuh di 4 persen saja sudah bagus sebenarnya,” kata Asmo panggilan akrab Andry, dalam acara Silaturahmi Bersama Media, dikutip, Jumat, 27 Februari 2026.

Baca juga: Menata Ulang Kredit UMKM di Era Data dan Kepercayaan

Asmo menjelaskan, pertumbuhan kredit UMKM masih terkendala karena belum meratanya pertumbuhan di seluruh sektor. Saat ini, sekitar 75 persen kredit UMKM terkonsentrasi di tiga sektor utama.

Sektor terbesar adalah perdagangan besar dan eceran dengan porsi 45 persen, didominasi UMKM di industri makanan serta jasa reparasi kendaraan.

“Jadi UMKM di Indonesia banyak memang seputaran dagang. Dulu saya diskusi sama badan ekonomi kreatif, mayoritas dari ekonomi kreatif di Indonesia relatif ke makanan juga. Jadi packaging-nya lebih bagus dianggap kemudian industri kreatif gitu. Nah itu kalau kita lihat 45 persen dari perdagangan besar dan eceran. Reparasi perawatan mobil, dan sepeda motor,” jelasnya.

Baca juga: OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Selain itu, sektor pertanian memiliki porsi 19,4 persen, disusul industri pengolahan. Namun, pertumbuhan sektor-sektor tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mendorong ekspansi kredit UMKM secara signifikan.

“Kalau sektor-sektor tersebut belum tumbuh secara konsisten. Misalnya tadi pertanian masih tumbuhnya di 2,4 persen, rata-rata ke 1-3 persen. Ya memang akan sangat sulit untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM lebih agresif lagi. Kita lihat kemarin pertanian di Desember 2025 itu turun tumbuhnya hanya 4,56 persen,” imbuhnya.

Program MBG Dorong Kredit UMKM

Meski demikian, Asmo menilai kredit UMKM masih memiliki peluang tumbuh melalui program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai dapat menciptakan ekosistem dan sumber permintaan baru bagi pelaku UMKM di daerah.

“Bayangan saya harusnya yang related kepada MBG tadi kan sudah jelas tuh sebenarnya off-taker-nya. Nah itu harusnya bisa nge-create sumber-sumber off-taker-nya baru, invoice-based loan mestinya yang seperti itu,” paparnya.

Baca juga: BGN Buka-bukaan soal Anggaran MBG, Ini Rincian per Porsi

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit untuk UMKM pada Desember 2025 terkontraksi 0,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.501,5 triliun. Angka ini melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 0,7 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62