Analisis

Kredit Pintar Dorong Penerapan Survei Psikometri, Apa Manfaatnya?

Jakarta – Platform pinjaman digital Kredit Pintar memperkenalkan survei psikometri di gelaran Fintech Lending Day 2025. Inisiatif ini digagas untuk mendorong perilaku finansial yang bertanggung jawab.

Melalui inisitif ini, Kredit Pintar juga mendorong kesadaran pentingnya survei psikometri bagi para pelaku usaha fintech, agar bisa menciptakan ekosistem pinjaman yang lebih bertanggung jawab dan inklusif.

Dalam survei ini, pengguna aplikasi fintech lending akan diajak mengisi kuesioner singkat berbasis ilmu perilaku yang menilai berbagai aspek.

Mulai dari tanggung jawab dalam pembayaran cicilan, kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan, kemampuan mengelola risiko, pengendalian diri terhadap godaan konsumtif, hingga mendorong pengguna disiplin dalam membuat dan mematuhi anggaran.

Baca juga: Lewat Cara Ini, Kredit Pintar Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

Hasil dari survei ini adalah skor psikometri yang berfungsi sebagai data keuangan pengguna.

Data itu akan membantu platform penyedia pinjaman daring dalam menyesuaikan limit dan tenor pinjaman sesuai kemampuan pengguna, mencegah beban keuangan berlebih, dan meningkatkan pengalaman pinjaman yang lebih personal.

“Skor psikometri membawa pendekatan baru; dari angka ke empati. Kami ingin memanusiakan proses pinjaman digital. Fitur ini membantu kami melihat pengguna sebagai individu dengan kebiasaan dan kebutuhan unik, bukan sekadar data angka,” jelas IT Director Kredit Pintar, Irwan Prabowo, dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 14 Juli 2025.

Baca juga: Dongkrak Penjualan UMKM, Kredit Pintar Inisiasi Program Ini

Ia melanjutkan, akses pinjaman yang cepat tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab bersama demi menghindari praktik yang merugikan pengguna. Misalnya pinjaman berlebih atau gagal bayar.

“Seluruh data survei psikometri dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk analisis internal, sesuai dengan regulasi yang berlaku dan di bawah pengawasan OJK,” lanjut Irwan kembali menambahkan.

Fintech Lending Days 2025 di Papua Barat Daya

Sebagai informasi, Kredit Pintar yang menjadi bagian dari Atome Financial, berpartisipasi dalam Fintech Lending Days 2025 yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Sorong, Papua Barat Daya, pada 9-10 Juli 2025.

Dalam salah satu rangkaian kegiatan Fintech Lending Days 2025, Kredit Pintar bersama pengurus AFPI melalui AFPI Goes To Campus, memberikan edukasi dan literasi di Universitas Victory Sorong dengan tema “Pindar Bukan Pinjol; Cermat Memilih, Cerdas Mengelola.

Baca juga: Fintech Lending Days 2025 Hadir di Sorong, Perluas Inklusi Keuangan Indonesia Timur

Head of Compliance Kredit Pintar, Riscky Aditya memaparkan kepada para mahasiswa Universitas Victory Sorong akan pentingnya memahami secara menyeluruh struktur pinjaman, termasuk suku bunga, biaya administrasi, denda keterlambatan, dan skema pembayaran secara keseluruhan.

Riscky juga menekankan dampak serius dari gagal bayar, mulai dari penurunan skor kredit, proses penagihan, kemungkinan tercatat dalam daftar hitam SLIK OJK, hingga potensi hambatan dalam proses rekrutmen kerja di masa depan.

Komitmen Jangka Panjang

Kegiatan ini juga menjadi salah satu wujud komitmen Kredit Pintar dalam meningkatkan literasi keuangan sejak dini. Kredit Pintar secara konsisten melakukan edukasi tidak hanya kepada pengguna aktif, tetapi juga menyasar segmen muda seperti mahasiswa.

“Sepanjang tahun 2022 hingga Juni 2025, Kredit Pintar melalui program Kelas Pintar Bersama telah menjangkau lebih dari 2.300 anggota masyarakat di 36 kota di Indonesia,” tambah Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

10 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

11 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

11 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

12 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

12 hours ago