Ilustrasi: istimewa
Jakarta – Risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Mei 2025, rasio NPL sektor perumahan tercatat sebesar 3,11 persen.
“Kalau kita lihat NPL perumahan secara industri itu sebenarnya masih belum terlalu meningkat tajam yaitu di level 3,17 persen,” kata Deputi Gubernur BI, Juda Agung, dalam konferensi pers RDG, dikutip, Kamis, 17 Juli 2025.
Baca juga: Program Pra KPR Solusi untuk Pekerja Informal Miliki Rumah
Juda juga merinci dua segmen utama dalam kredit perumahan. Untuk kelompok pendapatan rendah, NPL tercatat sebesar 2,7 persen. Sementara itu, NPL untuk kelompok pendapatan menengah lebih tinggi, yakni mencapai 4,5 persen.
Meski demikian, Juda menegaskan bahwa BI akan terus memantau perkembangan kredit, termasuk NPL di sektor perumahan, seiring dengan koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Tentu saja kami terus monitor perkembangan kredit termasuk juga NPL perumahan ini dan terus kami lakukan koordinasi dengan di KSSK,” tandasnya.
Baca juga: Bank Mega Syariah jadi Penyalur KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah
Berdasarkan Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI), BI mencatat peningkatan NPL kredit properti sebesar 3,24 persen pada Mei 2025.
Tren kenaikan ini mulai terlihat sejak awal tahun, di mana NPL pada Januari 2025 berada di angka 2,88 persen. Angka tersebut stagnan di Februari dan Maret, lalu kembali naik pada April ke level 3,13 persen.
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More