Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada kuartal pertama tahun ini, mencatat pertumbuhan kredit 21,2% menjadi Rp326,74 triliun. Secara keseluruhan tahun BNI menargetkan pertumbuhan kredit 14-16%.
Sektor yang menjadi tumpuan pertumbuhan kredit pada kuartal pertama ini adalah sektor business banking dan consumer business yang mencapai 71,7% dari total penyaluran kredit BNI.
Kredit ke Sektor Business Banking meningkat 22,7% dari Rp 190,95 triliun menjadi Rp 234,22 triliun. Salah satu sektor yang menjadi penopang naiknya Kredit di Sektor Business Banking adalah kredit ke sektor Konstruksi yang tumbuh 127,5% dari Rp 2,63 triliun menjadi Rp 5,99 triliun pada Kuartal I 2016. Kredit BNI yang tumbuh terjadi pada sektor Manufaktur; Pertanian; Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi; Konstruksi; Kelistrikan, gas, dan Air; dan Pertambangan.
“Sektor infrastruktur dan konstruksi jelas, memang di kita sebagian besar ke perusahaan konstruksi BUMN yang banyak mendapat proyek infrastruktur, baik di jalan tol Jasa Marga, Waskita, Wika. Ke depan kita masih akan kesana, bobot terbesar memang infrastruktur disamping korporat,” kata Direktur Business Banking I BNI Herry Sidharta di Jakarta, Selasa, 12 April 2016.
Sementara itu, untuk kredit ke Sektor Consumer Business, BNI mencatat pertumbuhan sebesar 9,8% dari Rp 52,53 triliun menjadi Rp 57,65 triliun. BNI menaruh perhatian serius pada penetrasi terhadap kredit yang berbasiskan payroll.
Di sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BNI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 21,8%, yaitu dari Rp 305,15 triliun menjadi Rp 371,56 triliun pada Kuartal I 2016. Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi komponen dana murah (current account saving account/ CASA) sebesar 58,5% atau sekitar Rp 217,25 triliun, meningkat 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.
Pertumbuhan DPK ini diklaim tidak terlepas dari upaya BNI untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Dalam rangka meningkatkan layanan tersebut BNI menyediakan 1.862 outlet di seluruh Indonesia, belum termasuk kantor-kantor perwakilan di luar negeri. Selain itu, BNI juga menyiapkan lebih dari 16.000 ATM yang mendukung layanan electronic banking (e-banking) BNI, termasuk di Hong Kong dan Singapura, selain SMS Banking dan Internet Banking. (*) Ria Martati
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK mencatat 24 penyelenggara pindar memiliki TWP90 di atas 5 persen per November… Read More
Poin Penting IPR Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,4% (yoy), ditopang konsumsi Natal dan Tahun Baru.… Read More
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More