Poin Penting
- Kredit berkelanjutan BCA tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen dari total portofolio pembiayaan
- Pembiayaan hijau meningkat signifikan, ditopang lonjakan kredit energi baru terbarukan dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun dan kredit kendaraan listrik naik 53 persen yoy
- Kinerja keuangan tetap solid, dengan laba Rp57,5 triliun (tumbuh 4,9 persen yoy) dan penyaluran kredit mencapai Rp993 triliun atau tumbuh 7,7 persen yoy
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kredit sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan.
“Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan 2025, Selasa, 27 Januari 2026.
Hendra menjelaskan, pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan hingga dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53 persen yoy mencapai Rp3,6 triliun.
Baca juga: BCA Naikkan Target Pertumbuhan Kredit Jadi 10 Persen pada 2026
Selain itu, BCA juga melakukan berbagai upaya mengurangi emisi karbon, salah satunya melalui pengelolaan limbah dari kegiatan operasional hingga 657 ton.
“Upaya ini dilakukan bersama dengan inisiatif-inisiatif keberlanjutan lainnya seperti digitalisasi, gedung ramah lingkungan, dan konservasi alam, dengan potensi pengurangan emisi operasional mencapai 5.575 tCO2eq (ton CO2 ekuivalen),” tambah Hendra.
Sebagai informasi, BCA berhasil membukukan laba sebesar Rp57,5 triliun, atau tumbuh 4,9 persen secara tahunan di sepanjang 2025.
Baca juga: BCA Kantongi Laba Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen
Perolehan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 7,7 persen yoy atau Rp993 triliun per Desember 2025.
Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga. (*)
Editor: Galih Pratama










