Suasana audiensi antara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan PT Aneka Tambang atau Antam (Persero) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (Foto: Antara/KPK)
Poin Penting
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) agar berhati-hati dalam merealisasikan rencana pembelian hasil tambang rakyat.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, langkah strategis tersebut harus mempertimbangkan potensi risiko di lapangan. Berdasarkan temuan KPK di sejumlah daerah, wilayah tambang rakyat secara faktual masih dikuasai kelompok tertentu sehingga berisiko menimbulkan ketidakadilan ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Ini harus disikapi serius agar tidak merugikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir pihak,” ujar Setyo, dikutip dari Antara, Minggu, 22 Februari 2026.
Baca juga: Update Harga Emas Awal Ramadan 2026: Antam Naik, Galeri24 dan UBS Kompak Turun
Lembaga antitrasuah menilai ekspansi ke sektor tambang rakyat perlu dibarengi mitigasi risiko yang ketat. Setiap keputusan bisnis BUMN, khususnya di sektor pertambangan yang kompleks, harus dikawal tata kelola yang kuat untuk mencegah potensi penyimpangan.
Selain aspek kepatuhan hukum, KPK juga mengingatkan agar operasional perusahaan tidak semata berorientasi pada profit. Antam diminta memastikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan tetap menjadi perhatian utama.
Sementara itu, Direktur Utama Antam, Untung Budiharto mengakui transformasi perusahaan menghadapi tantangan makroekonomi, dinamika geopolitik, hingga regulasi yang semakin kompleks.
Karena itu, Antam menggandeng KPK untuk memperkuat mitigasi risiko hukum di tengah kompetisi pasar global melalui berbagai rekomendasi perbaikan.
Baca juga: Pegawai Pajak-Bea Cukai Kena OTT KPK, Begini Respons Purbaya
Menurut Untung, kolaborasi dengan KPK penting untuk memastikan setiap keputusan bisnis tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian dan kepentingan publik. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More