Ketua KPK, Setyo Budiyanto. (Tangkapan layar YouTube KPK: Julian)
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi bernilai miliaran rupiah dalam proyek pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI tahun anggaran 2020. Dalam kasus ini, KPK menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar dan enam orang lainnya sebagai tersangka.
“Untuk tersangka tujuh orang, yaitu Indra Iskandar selaku PA (pengguna anggaran) dan kawan-kawan,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto, dilansir Antara, Jumat, 8 Maret 2025.
Namun, KPK belum mengungkap identitas enam tersangka lainnya serta peran mereka dalam kasus ini.
Baca juga: KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Bos PT Hartadinata Abadi di Kasus Taspen
KPK mengumumkan pada Jumat, 23 Februari 2024, bahwa tim penyidik lembaga antirasuah telah memulai penyidikan kasus ini.
Peningkatan status perkara ke tahap penyidikan telah disepakati oleh pimpinan KPK, pejabat struktural Kedeputian Penindakan, penyidik dan penuntut KPK.
Meski begitu, KPK belum merinci pasal yang dikenakan terhadap para tersangka.
Pengumuman resmi mengenai tersangka dan rincian kasus baru akan disampaikan saat konferensi pers terkait dengan penahanan.
KPK menyebutkan bahwa kasus ini menyebabkan kerugian keuangan negara hingga miliaran rupiah.
Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa Indra Iskandar terkait dugaan keuntungan tidak wajar yang diperoleh vendor dalam proyek pengadaan kelengkapan rumah jabatan DPR RI.
Baca juga: Eks Pejabat Pajak Ini Kena Jerat KPK, Diduga Terima Gratifikasi Rp21,5 Miliar
Namun, KPK belum mengungkap jumlah vendor yang terlibat maupun besaran uang yang mengalir ke mereka.
Penyidik juga masih mendalami keterkaitan antara jabatan Indra Iskandar sebagai Sekjen DPR RI dengan kasus ini. (*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More