Gibran Rakabuming Raka saat dilantiik menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. (Foto: BMI Setpres)
Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka resmi melaporkan total kekayaannya sebesar Rp25,2 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tahun pelaporan 2024.
Informasi tersebut tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunggah melalui laman eLHKPN KPK.
Berdasarkan data yang dikutip pada Kamis, 24 Juli 2025, laporan tersebut disampaikan Gibran pada 28 Maret 2025.
Baca juga: Presiden Prabowo Laporkan Harta Rp2,062 Triliun ke KPK, Ini Daftar Asetnya
Sebagian besar kekayaan Gibran berasal dari kepemilikan properti. Terdapat enam aset tanah dan bangunan yang tersebar di Surakarta dan Sragen, Jawa Tengah, dengan total nilai mencapai Rp15,19 miliar.
Selain itu, Gibran memiliki 4 unit kendaraan roda empat dan 3 unit kendaraan roda dua senilai Rp312 juta. Ia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp280 juta.
Wapres Gibran juga memiliki surat berharga senilai Rp5,55 miliar dan kas serta setara kas sebesar Rp3,93 miliar.
Menariknya, Gibran tidak memiliki utang, sehingga seluruh aset tercatat sebagai kekayaan bersih.
Baca juga: Menko Yusril Luruskan Informasi soal Gibran Bakal Berkantor di Papua
Dengan rincian tersebut, total harta kekayaan Gibran mencapai Rp25.271.975.620.
Sebagai penyelenggara negara, Gibran wajib melaporkan LHKPN sesuai amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More
Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More
Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More