Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap buronan Paulus Tannos, tersangka dalam kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik (e-KTP) yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri pada 2011-2013.
Seperti diketahui, Paulus Tannos ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP dan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 19 Oktober 2021.
Kini, setelah lebih dari dua tahun menjadi buronan, Paulus Tannos akhirnya ditangkap di Singapura. KPK segera mempersiapkan proses ekstradisi untuk membawa Paulus kembali ke Indonesia agar segera diproses hukum.
Baca juga: Kronologi Mega Korupsi e-KTP
“Benar bahwa Paulus Tannos tertangkap di Singapura dan saat ini sedang ditahan. KPK saat ini telah berkoordinasi dengan Polri, Kejagung, dan Kementerian Hukum sekaligus melengkapi persyaratan yang diperlukan guna dapat mengekstradisi yang bersangkutan ke Indonesia untuk secepatnya dibawa ke persidangan,” ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam keterangannya secara tertulis, Jumat, 24 Januari 2025.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, juga mengonfirmasi bahwa proses ekstradisi terhadap Paulus sedang berjalan. Namun, ia menekankan bahwa informasi lebih lanjut belum bisa dibuka karena prosesnya masih berlangsung. “Kita tunggu saja sama-sama update-nya,” ungkapnya.
Sebelumnya, diduga Paulus sempat mengganti identitasnya dan memiliki dua kewarganegaraan, termasuk dari sebuah negara di Afrika Selatan.
KPK juga tidak menutup kemungkinan mendalami adanya pihak yang membantu Paulus Tannos dalam proses penggantian identitas tersebut.
Baca juga: Setya Novanto dan Beberapa Nama Disebut dalam Dakwaan Korupsi e-KTP
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur, mengungkapkan pengalaman menghadapi Paulus Tannos secara langsung, namun gagal menangkapnya karena identitasnya sudah berubah.
“Sudah ketemu orangnya, tetapi ketika mau ditangkap tidak bisa, kenapa? Karena namanya lain, paspornya juga bukan paspor Indonesia, dia menggunakan paspor dari salah satu negara di Afrika,” ujar Asep yang pernah berhadapan langsung dengan Paulus, seperti yang dikutip pada Minggu, 13 Agustus 2023.
KPK juga mencurigai upaya Paulus untuk mencabut kewarganegaraan Indonesia guna menghapus secara total jejak-jejaknya di Tanah Air. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More