Poin Penting
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tetap menargetkan pembukaan 800 gerai baru pada 2026, dengan lebih dari separuh ekspansi difokuskan di luar Pulau Jawa
- Manajemen AMRT menilai program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih belum berdampak langsung terhadap bisnis ritel modern, karena segmen keduanya dinilai berbeda
- AMRT menyatakan tetap patuh pada regulasi pembatasan ritel modern, belum ada kerja sama dengan Kopdes Merah Putih
Tangerang – Di tengah berbagai isu terkait pembatasan ekspansi ritel modern seiring gencarnya program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih oleh pemerintah, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tetap membidik penambahan 800 gerai baru sepanjang 2026.
Emiten AMRT melihat bahwa sejauh ini kehadiran Kopdes Merah Putih belum berdampak langsung terhadap kinerja ataupun strategi ekspansi perseroan.
Direktur Corporate Affairs AMRT Solihin mengatakan, segmen yang disasar ritel modern seperti Alfamartdan Kopdes Merah Putih memiliki karakteristik yang berbeda.
“Kalau ditanya bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja, saat ini kami fokus terhadap pelayanan dan bagaimana manajemen terus meningkatkan kualitas layanan karena segmennya pasti berbeda,” kata Solihin usai Public Expose PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Tangerang, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca juga: Siap-siap! Emiten AMRT Bakal Bagi Dividen Rp1,7 Triliun, Cair 25 Juni 2026
Solihin yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menjalin komunikasi terkait kemungkinan berkolaborasi dengan Kopdes Merah Putih. AMRT disebut membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak manapun, termasuk Kopdes Merah Putih.
“Untuk kerja sama, siapapun bisa saja. Tetapi saat ini memang belum ada permintaan kerja sama yang diajukan kepada kami terkait hal tersebut,” lanjutnya.
Terkait isu pembatasan ekspansi ritel modern, Solihin mengaku pihaknya pasti akan selalu memenuhi aturan yang berlaku, termasuk peraturan daerah (perda).
Tahun ini, AMRT memang berencana melakukan ekspansi dengan membuka 800 gerai baru. Sebagian besar atau lebih dari 50 persen gerai baru itu akan dibuka di luar pulau Jawa, karena memang penetrasi ritel modern di kawasan tersebut masih cukup rendah.
Baca juga: Gandeng UMKM Kulon Progo, Alfamart dan Anne Avantie Rilis Tas Ekslusif Puspa Kinasih
“Dalam lima tahun terakhir kami melihat pertumbuhan pasar ritel modern mulai bergeser ke luar Jawa. Karena itu, peluang ekspansi di wilayah tersebut masih cukup besar,” cetus Tomin.
Hingga kuartal I 2026, perseroan disebut sudah membuka 211 gerai baru. Adapun untuk menopang rencana ekspansi tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp500 miliar, dengan sumber pendanaan mengandalkan kas internal perusahaan. (*) Ari Astriawan


