Jakarta – KB Kookmin Bank selaku pemegang saham pengendali (PSP) menegaskan komitmen dalam memajukan Bank KB Bukopin. Persoalan likuiditas yang sempat terjadi di KB Bukopin diyakinkan tidak akan terjadi lagi di masa mendatang.
“Melalui penambahan modal yang akan dilakukan, kami bisa menyakinkan bahwa dengan KB Kookmin Bank sebagai bank terbesar di Korea ada di belakang KB Bukopin. Dengan aksi korporasi yang akan kami lakukan, tidak akan ada lagi masalah likuiditas. Tidak akan ada lagi pembicaraan soal isu likuiditas,” ujar Cho Nam Hoon, Managing Director Global Business KB Kookmin Bank di Jakarta, Senin, 7 Juni 2021.
Terkait penambahan modal, lanjutnya, KB Kookmin Bank sebagai PSP tidak akan bersifat pasif.Tapi akan sangat aktif mendorong normalisasi KB Bukopin. KB Kookmin Bank akan fokus pada peningkatan rasio kecukupan modal (CAR) dan akan berpartisipasi mendukung kemajuan KB Bukopin.
Bank asal Korea Utara ini juga sedang melakukan transfer knowledge ke KB Bukopin. Ini menjadi bagian dari transformasi yang tengah dilakukan KB Bukopin. KB Kookmin juga sudah mengirimkan sekitar 30 orang tenaga ahli untuk mempercepat transfer of knowledge. Sedangkan dari sisi pengembangan teknologi informasi (TI), KB Kookmin Bank sudah memiliki infrastruktur yang kuat. Itu yang nantinya akan diterapkan di KB Bukopin.
“Semua akan kami lakukan untuk memajukan KB Bukopin,” tegasnya.
Di Indonesia sendiri, KB Kookmin tidak akan berhenti pada perbaikan KB Bukopin saja. Perusahaan keuangan terbesar di Korea Selatan ini juga akan ekspansi melalui beberapa perusahaan lain, seperti multifinance, asuransi dan sekuritas. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More
Poin Penting OJK menilai perkembangan AI di 2026 menjadi peluang strategis bagi industri modal ventura,… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30 dengan nilai transaksi Rp33,54 triliun… Read More
Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More
Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More