News Update

Kontraksi Ekonomi Pengaruhi 6 Indikator Kinerja Perbankan

Jakarta – Hery Gunardi selaku Wakil Direktur Utama Bank Mandiri menilai, kontraksi ekonomi nasional hingga -5,32% pada kuartal II-2020 telah mempengaruhi  kinerja sektor perbankan melalui 6 indikator. Salah satu sektor yang tertekan akibat kontraksi tersebut ialah penyaluran kredit.

“Kebutuhan kredit menurun dan pemberian kredit saat ini lebih selektif,” kata Hery dalam Webinar Perbanas Institute dengan tema ‘Perbankan Nasional Menghadapi Krisis Ekonomi Global’ di Jakarta, Jumat 25 September 2020.

Indikator kedua menurutnya perlambatan pertumbuhan kredit dan ekonomi juga akan menurunkan pendapatan bunga perbankan. Bagaimana tidak, hingga Agustus 2020 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit hanya 1,04% secara tahunan.

Indikator ketiga tambah Hery, kontraksi ekonomi bakal meningkatkan Non Performing Loan (NPL). Hery menjelaskan, pendapatan usaha debitur menurun yang mempengaruhi kemampuan membayar utang dan membuat kredit macet. OJK pun mencatat hingga Agustus 2020 rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22% dan rasio NPF sebesar 5,2%.

Selain itu pada indikator keempat, kontraksi ekonomi bakal pengaruhi penambahan biaya operasional serta biaya tambahan penerapan protokol Covid-19 dan biaya CKPN. Sedangkan indikator kelima menurutnya kebutuhan likuiditas masih akan meningkat terlebih penangguhan pembayaran kewajiban debitur akan mempengaruhi likuiditas.

Dan terakhir, Hery menyebut kontraksi ekonomi juga mempengaruhi penurunan Capital Adequacy Ratio (CAR). Menurutnya, potensi penurunan CAR juga akan berakibat pada penurunan laba. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

2 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

2 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

5 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

8 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

13 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

13 hours ago