Jakarta – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menilai, di tengah perlambatan ekonomi global yang berdampak ke perekonomian Indonesia, konsumsi rumah tangga bisa menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ini kunci untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Itu yang dilakukan pemerintah. Kebijakan-kebijakan yang kita lakukan bukan hanya untuk jangka pendek. Namun, kita sudah antisipasi pelemahan ekonomi global kita,” ujar Iskandar di Jakarta, 26 November 2019.
Ia mengungkapkan, bahwa penurunan daya beli masyarakat yang akan berdampak pada konsumsi rumah tangga dapat dicegah dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas konsumsi domestik Indonesia.
“APBN sudah kita gunakan sebagai preventif policy untuk mengantisipasi penurunan daya beli. Kuncinya adalah kita berhasil mempertahankan konsumsi kita. Jadi, jauh-jauh hari kita sudah melakukan tindakan preventif,” pungkas Iskandar. (*)
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More