Di tempat yang sama Ketua Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, meskipun pertumbuhan kredit relatif melambat, namun demikian sejumlah indikator perbankan nasional hingga pertengahan kedua tahun ini masih cukup baik dan terjaga sehat.
Baca juga: Himbara Pastikan Top Up e-Money Tak Kena Biaya
Hal tersebut, kata dia, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di rasio 22,7 persen. Sementara itu, loan to deposit ratio (LDR) berada pada kisaran 89 persen, dan rasio kredit bermasalah atu non performing loan (NPL) masih dibawah 3 persen.
“Kami tetap optimistis perbankan nasional bisa tumbuh lebih baik dan memberikan kontribusi kepada perekonomian nasional,” tutup Kartika. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More