News Update

Konflik Timur Tengah Memanas, Anindya Bakrie Ingatkan Risiko ke Ekonomi RI

Poin Penting

  • Anindya Novyan Bakrie mengajak semua pihak mendoakan perdamaian konflik Timur Tengah agar penderitaan masyarakat segera berakhir.
  • Konflik dinilai berpotensi memicu kenaikan harga energi, pelemahan rupiah, serta tekanan ekonomi global.
  • Dunia usaha diminta memperkuat efisiensi serta menjaga ketahanan pangan dan energi.

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengajak seluruh pihak untuk mendoakan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah dilanda konflik. 

Ia berharap perang dapat segera berakhir agar penderitaan masyarakat di kawasan tersebut dapat dihentikan.

“Di Timur Tengah sedang ada dinamisme yang luar biasa. Ini patut kita doakan supaya saudara-saudara kita penderitaannya berkurang bahkan hilang dengan berhentinya perang secepat mungkin,” kata Anindya dikutip Sabtu, 13 Maret 2026.

Anin, sapaan akrabnya menuturkan, konflik geopolitik di kawasan tersebut tidak hanya berdampak pada situasi kemanusiaan, tetapi juga memiliki efek sistemik terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Ia menilai ketegangan di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi serta memengaruhi stabilitas moneter.

“Semoga dampaknya ke Indonesia, baik dengan naiknya minyak maupun dengan melemahnya nilai tukar rupiah hingga kemungkinan kenaikan suku bunga, bisa kita tanggulangi dengan baik seperti krisis-krisis sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga: Kadin Ingatkan Dampak Konflik Timur Tengah, Dunia Usaha Diminta Perkuat Ekonomi Nasional

Meski dihadapkan pada ketidakpastian global, Anindya menegaskan bahwa dunia usaha tetap optimistis dan solid menghadapi berbagai tantangan tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi sebelumnya.

“Kadin kompak dan semangat untuk bisa menjawab tantangan ini. Memang tidak mudah, tetapi ini juga dialami oleh banyak negara di dunia,” kata dia.

Lebih lanjut, Anin menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga keagamaan, termasuk pengelola masjid, dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya.

“Masjid bukan saja menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat yang dapat memfokuskan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya,” ujar Anin.

Ia juga menyoroti perkembangan harga minyak dunia yang berpotensi memberi tekanan terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di kisaran 60 dolar AS per barel.

Baca juga: Harga Minyak Tembus USD100 per Barel, Kadin Wanti-wanti Hal Ini

“Setiap harga minyak berada di atas asumsi tersebut tentu akan terasa dampaknya. Kita perlu melihat stabilitasnya dalam satu sampai dua bulan ke depan,” kata Anin.

Selain itu, Anin mengingatkan adanya potensi gangguan pada rantai pasok global yang dapat memicu tekanan inflasi di dalam negeri. Karena itu, pelaku usaha perlu melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menjaga stabilitas bisnis.

“Dengan nilai tukar rupiah, suku bunga, inflasi karena rantai pasok dan lain-lain. Nah, ini semua benar-benar kita mesti hitung baik-baik. Tapi memang mau tidak mau, di dunia usaha mesti melakukan efisiensi karena tentunya ada biaya-biaya yang tidak bisa dikendalikan,” ujarnya.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Anin menilai dua sektor utama yang harus dijaga adalah ketahanan pangan dan ketahanan energi. Menurutnya, kedua sektor tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

“Bagaimana memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi. Ya dua itu mesti kita jaga, baik sebagai industri maupun juga ketahanan stabilitas nasional,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Cermati Fintech Group Adakan Mudik Bersama

Cermati Fintech Group menggelar program mudik gratis #MAUDIKBersama sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial… Read More

11 hours ago

Pemenang Anugerah Jurnalistik & Foto BTN 2026

Dari 1.050 karya yang dikirimkan pada Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 terpilih 6 pemenang… Read More

11 hours ago

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di wondr

Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More

13 hours ago

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More

13 hours ago

Bank Saqu Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More

13 hours ago

Jangan Sampai Salah, Ini 4 Jenis Charging Station Kendaraan Listrik

Poin Penting PLN dorong edukasi penggunaan EV seiring perluasan infrastruktur pengisian daya. Ada empat jenis… Read More

17 hours ago