Keuangan

Konflik Israel-Iran Berpotensi Tingkatkan Risiko Klaim Asuransi Marine Cargo

Jakarta – Ketidakpastian geopolitik kembali kian memanas. Kali ini, dipicu oleh dinamika konflik antara Israel dan Iran sejak Jumat (13/6). Efek dominonya tak bisa dianggap sepele. Selain berdampak pada ekonomi global, keadaan tersebut dinilai berpotensi juga mengganggu kinerja industri asuransi umum dari sisi produk perlindungan marine cargo, yakni asuransi pelayaran yang di antaranya melindungi kerusakan kapal dan kargo dari titik keberangkatan dan tujuan.

Pengamat Asuransi, Irvan Rahardjo, menjelaskan konflik antara Israel dan Iran tersebut tidak hanya mengancam adanya kerusakan pada kapal atau kargo, tetapi juga berisiko menenggelamkan kapal-kapal yang melintas.

Serangan lanjutan Israel kepada Iran akan mengarah ke infrastruktur nuklir atau pun minyak yang menargetkan Selat Hormuz. Keadaan itu juga meningkatkan kemungkinan dimulainya kembali negosiasi nuklir hingga upaya deeskalasi.

Baca juga: OJK Sebut Hasil Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh Positif di Tengah Gejolaknya Pasar Saham

“Tentu saja bisa bukan saja kerusakan barang namun juga tenggelamnya kapal,” ucap Irvan kepada Infobanknews di Jakarta, 16 Juni 2025.

Lebih lanjut, Irvan menuturkan dengan adanya ancaman tersebut tentu juga dapat berpotensi untuk meningkatkan klaim untuk produk asuransi marine cargo. Sehingga, perlu dilakukan pengecualian risiko di tengah dinamika konflik antara Israel dan Iran.

Baca juga: Tiga Lini Bisnis Ini Dominasi Premi Asuransi Umum di Kuartal I 2025

“Tentu klaim berpotensi meningkat namun asuransi biasa mengecualikan risiko perang di wilayah-wilayah yang sedang berkecamuk perang, meskipun dalam keadaan normal jaminan perang bisa diberikan,” imbuhnya.

Sementara, dari sisi kinerja asuransi marine cargo pada kuartal I 2025 berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mencatat pendapatan premi masih mencapai Rp1,71 miliar, meski hanya tumbuh tipis 0,5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Tukar Uang Lebaran 2026 Dibuka Lebih Awal, Ini Jadwal Terbarunya

Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More

4 hours ago

KAI Daop 6 Pastikan Diskon Tiket KA Lebaran 30 Persen Masih Tersedia, Ini Cara Pesannya

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More

4 hours ago

Lahan Terbatas, Kemenkop Ubah Desain Pembangunan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More

7 hours ago

Dana Nasabah Dibobol, Bank Jambi Pastikan Ganti Kerugian Nasabah

Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More

7 hours ago

Rekening Ditutup, Donald Trump Gugat JPMorgan 5 Miliar Dolar AS

Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More

8 hours ago

Di FGD soal Kasus Sritex, Ekonom Ini Sebut Risiko Bisnis Tak Seharusnya Dipidanakan

Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More

9 hours ago