“Kalau mendiskriminasikan impor, itu akan meningkatkan kekhawatiran perdagangan internasional dan tentu saja, memiliki dampak yang signifikan pada setiap konsumen atau bisnis yang bergantung pada impor sebagai masukan,” kata Perwakilan Perdagang AS Michael Froman.
Sebelumnya Trump juga pernah mengeluarkan rencana kebijakan ekonominya yang kontroversial seperti renegosiasi perjanjian dagang dengan Tiongkok, penolakan beberapa perjanjian dagang seperti NAFTA dan Kemitraan Trans-Pasifik, penegakan hukum imigrasi yang lebih ketat, serta pembatalan Undang-Undang Layanan Kesehatan Terjangkau (Affordable Care Act).
Donald Trump akan memerintah di Gedung Putih untuk periode 2016-2020. Pria lulusan Jurusan Ekonomi Wharton School, Universitas Pennsylvania ini akan menjadi orang tertua dalam sejarah presiden Amerika Serikat. Ia dilantik 20 Januari 2017 mendatang. (*) Akhmad Dani
(Baca juga: Sentimen Donald Trump Diharap Tak Ganggu Ekonomi RI)
Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More
Poin Penting Krom Bank mencatat laba Rp143 miliar pada 2025, naik 16 persen yoy dari… Read More
Poin Penting: Pemerintah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia untuk menjaga… Read More
Poin Penting OCTO Biz telah menjangkau lebih dari 21.000 nasabah perusahaan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar… Read More
Poin Penting: BI memproyeksikan permintaan rumah di Balikpapan meningkat pada 2026 seiring kelanjutan pembangunan IKN.… Read More
Poin Penting Momentum HUT ke-55 dimanfaatkan Askrindo untuk memperkuat peran dalam inklusi keuangan, dengan fokus… Read More