“Kalau mendiskriminasikan impor, itu akan meningkatkan kekhawatiran perdagangan internasional dan tentu saja, memiliki dampak yang signifikan pada setiap konsumen atau bisnis yang bergantung pada impor sebagai masukan,” kata Perwakilan Perdagang AS Michael Froman.
Sebelumnya Trump juga pernah mengeluarkan rencana kebijakan ekonominya yang kontroversial seperti renegosiasi perjanjian dagang dengan Tiongkok, penolakan beberapa perjanjian dagang seperti NAFTA dan Kemitraan Trans-Pasifik, penegakan hukum imigrasi yang lebih ketat, serta pembatalan Undang-Undang Layanan Kesehatan Terjangkau (Affordable Care Act).
Donald Trump akan memerintah di Gedung Putih untuk periode 2016-2020. Pria lulusan Jurusan Ekonomi Wharton School, Universitas Pennsylvania ini akan menjadi orang tertua dalam sejarah presiden Amerika Serikat. Ia dilantik 20 Januari 2017 mendatang. (*) Akhmad Dani
(Baca juga: Sentimen Donald Trump Diharap Tak Ganggu Ekonomi RI)
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More
Oleh Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia SEJAK akhir tahun kemarin, Otoritas… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Perusahaan didorong merombak arsitektur data center agar lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman,… Read More