Namun dalam konfrensi tersebut Pemilik Jaringan bisnis The Trump Organization ini enggan mengomentari lebih lanjut mengenai pajak perbatasan yang akan diterapkan pemerintahannya. Begitupun dengan insentif yang akan diterima perusahaan jika memboyong pabriknya ke AS. Hal inilah yang memicu sentimen negatif pasar, meraba-raba kebijakan ekonomi yang akan diambil negara adidaya tersebut.
“Anda punya banyak tempat, Anda dapat memindahkan dan saya tidak peduli, selama itu di Amerika Serikat, perbatasan Amerika Serikat. Akan ada pajak perbatasan besar pada perusahaan yang meninggalkan AS,” ancam pria berambut emas ini.
(Baca juga: Donald Trump Dinilai Bisa Bangkitkan Ekonomi Dunia)
Namun pejabat perdagangan AS telah memperingatkan bahwa pajak seperti itu mungkin akan menghadapi tantangan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan juga membawa perusahaan AS keluar dari pergaulan produksi global. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More