Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting

  • Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan suku bunga yang masih bertahap ke sektor riil pada 2026
  • NPL industri per November 2025 terjaga di 2,21 persen, sementara NPL Bank Mandiri di bawah 1 persen dengan coverage ratio kuat 253 persen berkat underwriting
  • Bank Mandiri mengarahkan kredit ke sektor prospektif dan berdaya tahan tinggi, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian.

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membeberkan strategi perseroan dalam menghadapi tantangan ketidakpastian global dan domestik pada 2026 agar tetap tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menjelaskan, memasuki awal 2026, Bank Mandiri mencermati tantangan yang masih berasal dari ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda, mulai dari dinamika geopolitik, arah kebijakan perdagangan, hingga volatilitas harga dari komoditas yang berasal dari Indonesia.

Pun begitu dari dalam negeri, Riduan menyatakan meskipun kebijakan moneter sudah lebih akomodatif, transmisi penurunan suku bunga ke sektor riil masih bertahap, sehingga dampaknya ke aktivitas ekonomi dan pembiayaan belum merata.

Dari sisi risiko, secara industri per November 2025, rasio non- performing loan (NPL) atau kredit bermasalah perbankan masih terjaga di sekitar 2,21 persen. Masih di bawah ambang batas regalator yang sebesar 5 persen.

Baca juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

“Namun, kami tetap waspada terhadap sektor-sektor yang sensitif pelemahan permintaan dan volatilitas harga. Karena itu, Bank Mandiri secara konsisten mengarahkan penyaluran kredit itu ke sektor-sektor yang prospektif dan punya resiliensi yang mungkin kuat,” kata Riduan dalam konferensi pers kinerja Bank Mandiri 2025, Kamis, 5 Februari 2026.

Riduan melanjutkan, Bank Mandiri juga memiliki kemampuan underwriting yang baik dan pemantauan portofolio yang ketat. Hasilnya, kualitas aset di Bank Mandiri tetap solid dengan NPL terjaga di bawah 1 persen. Kemudian, NPL coverage ratio dibentuk masih kuat di level 253 persen.

“Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penurunan kualitas aset dan tekanan daripada risiko ekonomi ke depan,” tandasnya.

Baca juga: Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,07 Persen di 2025

Riduan membeberkan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian, dengan fokus pada pertumbuhan kredit yang berkualitas, penguatan manajemen risiko yang kuat, serta pemanfaatan ekosistem dan kapabilitas dari digital banking yang dimiliki oleh Bank Mandiri.

“Dengan fundamental yang solid dan buffer risiko yang memadai, kami sangat optimis bahwa Bank Mandiri dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus menjalankan perannya sebagai agent of development dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Riduan. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62