Poin Penting
- RANS menegaskan isu pencucian uang melalui IPO hanya rumor dan menyatakan Perseroan patuh terhadap regulasi OJK dan BEI
- RANS menyebut investasi Emtek Rp248 miliar pada 2021 telah memberi valuasi sekitar Rp1,3 triliun dan kini diperkirakan bisa melampaui Rp2 triliun
- Dari aksi IPO, RANS menghimpun Rp429,25 miliar, mengalami oversubscribed hampir satu juta investor, dan sahamnya melonjak 34,12 persen hingga menyentuh ARA.
Jakarta – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) angkat bicara terkait isu praktik pencucian uang melalui aksi Initial Public Offering (IPO) yang belakangan ramai diperbincangkan.
Komisaris Utama (Komut) RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa isu tersebut hanya sebatas rumor dan tidak didasarkan pada fakta. Menurutnya, sebagai perusahaan tercatat, RANS telah mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
“Jadi kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada,” ujar Darwin dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menilai, aksi penawaran umum perdana saham menjadi momentum penting bagi RANS untuk menyampaikan kondisi perusahaan secara transparan kepada publik.
Baca juga: Emiten Raffi Ahmad (RANS) Resmi IPO, Langsung ARA di Hari Perdana
“Makanya saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),” imbuhnya.
Darwin juga menjelaskan bahwa lonjakan valuasi perusahaan didukung oleh kinerja bisnis serta investasi Grup Emtek sebesar Rp248 miliar pada 2021. Saat itu, investasi tersebut setara sekitar 17–18 persen kepemilikan dengan valuasi perusahaan mencapai Rp1,3 triliun.
“Emtek masuk Rp248 miliar. Sejumlah katanya hampir 17-18 persen. Valuasi saat itu aja sudah Rp1,3 triliun. Jadi dengan sekarang pertumbuhan 10 persen, itu kurang lebih bisa Rp2 triliun lebih,” ujar Darwin.
IPO RANS Tawarkan 2,52 Miliar Saham
Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp170 per saham. Dengan demikian, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.
Pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham RANS dibuka menguat. Antusiasme investor telah terlihat sejak masa penawaran umum, di mana IPO Perseroan mengalami oversubscribed dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan.
Baca juga: Lewat IPO, RANS Fokus Kembangkan Perusahaan Media Jadi Intellectual Property
Setelah resmi tercatat di BEI, saham RANS bahkan sempat menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Harga saham RANS naik 34,12 persen menjadi Rp228 per saham dari harga penawaran awal Rp170 per saham.
Hingga perdagangan perdana, saham RANS telah ditransaksikan sebanyak 16.916 saham dengan frekuensi perpindahan tangan 1.930 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp385,68 juta. (*)


