News Update

Komisi XI: Tolong Jaga Dana APBN ke BUMN

Jakarta – Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk BUMN sebesar Rp152,15 triliun yang digunakan untuk pembayaran utang dan subsidi, penyertaan modal negara (PMN), dan dana talangan untuk modal kerja. Fathan Subchi, Wakil Ketua Komisi XI, mengingatkan agar dana talangan kepada perusahaan BUMN jangan seolah-olah untuk menyelamatkan perusahaan yang sebelum ada pandemi Covid-19 kinerjanya sudah melemah dan tidak sanggup melewati krisis 2020.

Menurutnya, BUMN jangan memanfaatkan momentum COVID-19 untuk mendapatkan dana dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) untuk menutupi kegagalan kinerja yang disebabkan oleh faktor bisnis.

“Tolong jaga Dana APBN ke BUMN. Sebelum ada COVID-19 kinerja perusahaan BUMN kan banyak yang kinerjanya sudah menurun. Pandemi COVID-19 ini jangan sampai dijadikan alasan untuk menyembunyikan penyebab yang membuat kinerja perusahaan menurun, atau menyelamatkan manajemennya yang tidak bagus sehingga punya alasan untuk dipertahankan,” ujarnya kepada Infobank September lalu.

Fathan menambahkan, untuk melewati krisis maka BUMN harus berusaha mengejar efisiensi. “Misalnya perusahaan swasta banyak pegawai hingga direksinya rela gajinya di-potong untuk menyelamatkan perusahaan yang pendapatannya menurun karena pandemi. Hal ini bisa dilakukan oleh perusahaan BUMN,” imbuhnya.

Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengkritisi kebijakan Kementerian BUMN melalui Surat Edaran (SE) Menteri BUMN Nomor SE-9/MBU/08/2020 yang memperbolehkan direksi BUMN mengangkat staf ahli.

“Seharusnya menciptakan efisiensi ini malah menambah biaya. Saya kira direksi-direksi BUMN itu orang-orang yang memiliki keahlian dalam dunia bisnis dan keuangan, di bidang hukum juga pasti punya orang legal, di bidang komunikasi juga ada yang menguasai kehumasan, mereka juga dibantu kepala-kepala divisi, ini malah merekrut staf ahli,”pungkas Fathan. (*) Karnoto Mohamad

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

1 hour ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

6 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

10 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

10 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

10 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

10 hours ago