Wawancara

Kolaborasi Mempercepat Literasi Asuransi

Jakarta – Engagement digital di kalangan masyarakat Indonesia sudah terjadi sebelum masa pandemi COVID-19. Adopsi teknologi digital makin terakselerasi ketika pandemi muncul. Dari perspektif layanan keuangan, adopsi teknologi dan ekosistem digital merupakan satu-satunya perkembangan terpenting dalam membuat layanan keuangan dapat diakses oleh mereka yang tidak memiliki rekening bank dan kurang terlayani oleh perbankan di Indonesia.

Chubb General Insurance Indonesia (Chubb) memandang saluran digital menjadi sangat penting untuk memperdalam penetrasi asuransi di Indonesia. Perusahaan asuransi umum ini mengembangkan model pemasaran yang disebut digital partnership. Apa itu? Berikut penjelasan Jon Longmore, Direktur Utama Chubb General Insurance Indonesia, kepada Infobank, bulan lalu. Petikannya:

Di banyak bidang kegiatan dan sektor usaha di Indonesia, penggunaan teknologi digital sudah menjadi kelaziman. Terlebih lagi, adanya pandemi COVID-19 — yang membatasi aktivitas fisik, membuat implementasi teknologi digital terakselerasi. Secara umum, seperti apa Chubb melihat perkembangan teknologi digital di Indonesia, khususnya untuk industri jasa keuangan?

Memang benar bahwa bahkan sebelum pandemi, tren peningkatan engagement digital dari konsumen meroket di Indonesia, pandemi hanya mempercepat tren ini. Dari perspektif layanan keuangan, adopsi teknologi dan ekosistem digital merupakan satu-satunya perkembangan terpenting dalam membuat layanan keuangan dapat diakses oleh mereka yang tidak memiliki rekening bank dan kurang terlayani oleh bank di Indonesia, yang mewakili 77% dari 273 juta populasi orang dewasa di Indonesia. Bisnis digital menempatkan nasabah di jantung proposisi produk dan layanan mereka. Nasabah tersegmentasi menggunakan sumber data yang melimpah, kemudian produk serta layanan khusus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan harga yang relatif terjangkau.

Kemudian, dengan terakselerasinya penggunaan teknologi digital, apakah Chubb melihat hal ini sebagai peluang untuk menjembatani kesenjangan perlindungan asuransi di Indonesia secara umum? Apakah produk-produk asuransi Chubb tersedia di jalur distribusi digital baik secara langsung (ritel) maupun melalui skema kemitraan?

Mitra digital kami di Indonesia memiliki puluhan juta pelanggan yang aktif menggunakan layanan dan ekosistem digital mereka. Chubb bekerja dengan para mitranya untuk mengidentifikasi peluang untuk menyematkan solusi asuransi yang sederhana dan terjangkau di jalur perjalanan pelanggan secara online. Dengan demikian, Chubb dapat melibatkan jutaan pelanggan lebih banyak dibandingkan melalui saluran tradisional, seperti broker dan agen. Selain itu, banyak dari pelanggan ini akan menjadi pembeli pertama asuransi, sehingga teknologi digital harus dilihat sebagai percepatan literasi asuransi sekaligus menjembatani kesenjangan perlindungan asuransi secara nasional.

Chubb sendiri telah menjalin banyak digital partnership. Mohon dijelaskan konsep digital partnership ini? Siapakah yang dimaksud partner dalam konsep digital partnership ini? Lalu, apa tujuan besar yang ingin dicapai dari digital partnership ini, baik dari sisi bisnis maupun penetrasi asuransi di Indonesia?

Pengertian dasarnya, digital partnership adalah kolaborasi antara dua atau lebih bisnis menggunakan saluran online untuk mengakuisisi nasabah. Secara global, dan di Indonesia, Chubb memiliki banyak digital partnership yang mencakup berbagai industri termasuk perjalanan, transportasi online, keuangan, perbankan digital, e-commerce, dan logistik. Tujuan dari kemitraan ini adalah untuk menciptakan nilai, baik bagi nasabah dengan meningkatkan akses bagi masyarakat yang kurang terlayani oleh bank di Indonesia untuk mengasuransikan apa yang paling penting bagi mereka, dan juga bagi mitra digital dengan menciptakan aliran pendapatan baru.

Kemudian, apa manfaat yang didapat oleh mitra Chubb dari asuransi digital?

Manfaat kemitraan asuransi untuk bank digital, perusahaan fintech dan layanan sejenis lainnya yaitu dapat meningkatkan layanan yang tersedia untuk pelanggan mereka. Perlindungan asuransi tanpa tambahan biaya dapat ditawarkan sebagai strategi pemasaran kepada pelanggan baru. Mitra digital juga akan memperoleh pendapatan dengan menjual asuransi kepada pelanggan mereka melalui platform digital yang dimilikinya untuk menciptakan arus kas yang baru. Saat ini menjadi lebih menarik karena kondisi suku bunga rendah telah berlalu dan investor mencari jalur yang jelas untuk mendapatkan keuntungan.

Apa tantangan dan peluang yang dirasakan Chubb dalam mengembangkan konsep distribusi digital partnership? Bagaimana Chubb mengatasi tantangan itu, dan bagaimana pula mengoptimalkan peluang yang ada?

Asuransi digital bukanlah hal yang mudah. Anda tidak pernah tahu hal apa yang benar-benar akan diterima oleh nasabah, itulah sebabnya Anda harus terus-menerus menguji dan mempelajarinya. Tantangannya termasuk menemukan mitra digital yang berbagi, tidak hanya visi Anda, tetapi juga tim yang berkolaborasi dengan baik bersama-sama.

Baca juga : Chubb Life Terus Dorong Inovasi Digital Untuk Kembangkan Bisnis

Anda perlu mengidentifikasi digital customer journey yang sesuai dan menyematkan produk asuransi yang diinginkan ke pelanggan dalam jumlah besar. Konsekuensinya, kegagalan adalah hal yang normal, tetapi juga sangat mahal sehingga Anda perlu mempelajarinya dengan cepat. Chubb kini memiliki pengalaman mendalam selama bertahun-tahun dalam proposisi asuransi digital dan telah menyusun playbook tentang apa yang menarik bagi pelanggan berdasarkan kebutuhan individu dan kolektif. Untuk memastikan Chubb dapat berintegrasi lebih cepat, kami telah membangun platform digital berskala global kami sendiri yang bernama Chubb Studio.

Chubb Studio memungkinkan mitra digital kami di seluruh dunia untuk menawarkan perlindungan asuransi yang unggul di kelasnya kepada pelanggan mereka secara digital. Secara lokal, Chubb di Indonesia menggunakan teknologi Chubb Studio untuk berintegrasi dengan mulus dengan mitra digital kami untuk menawarkan solusi asuransi yang sederhana dan tanpa hambatan, dengan lebih cepat! (*) Ari Nugroho

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

10 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

11 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

11 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

11 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

15 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

18 hours ago