Poin Penting
- SYAFIF 2026 akan digelar di lima kota besar untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui edukasi, pameran, dan kolaborasi industri
- Penyelenggaraan SYAFIF 2026 menargetkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah
- ASBISINDO dan OJK menilai SYAFIF 2026 menjadi wadah strategis memperkuat kolaborasi industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Jakarta – Industri keuangan syariah kembali memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi masyarakat melalui penyelenggaraan Syariah Financial Fair (SYAFIF) dan Expo Keuangan & Seminar Syariah (EKSiS) 2026.
Tahun ini, ajang yang menjadi salah satu pameran industri keuangan syariah terbesar di Indonesia tersebut akan digelar di lima kota besar.
Rangkaian kegiatan SYAFIF 2026 akan berlangsung di Banjarmasin, Jakarta, Semarang, Aceh, dan Makassar.
Penyelenggara menargetkan jangkauan masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap produk dan layanan keuangan syariah di berbagai daerah.
Kota Banjarmasin menjadi lokasi pembuka penyelenggaraan SYAFIF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Atrium Selatan Duta Mall Banjarmasin.
Baca juga: Industri Keuangan Syariah Diminta Proaktif Hadapi Disrupsi AI dan Sustainability
Penyelenggaraan tahun ini melanjutkan capaian positif pada 2025. Saat itu, SYAFIF dan EKSiS berhasil menarik lebih dari 13.000 pengunjung serta mencatatkan lebih dari 10.000 pembukaan rekening baru, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
Berbagai program edukasi akan menjadi agenda utama, mulai dari workshop bagi pelaku UMKM, seminar, talkshow interaktif, hingga program literasi keuangan syariah bagi mahasiswa dan komunitas.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah terus meningkat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Selain edukasi, penyelenggara juga menghadirkan beragam kegiatan kreatif untuk menarik partisipasi masyarakat, seperti Festival Hadroh, lomba fashion ibu dan anak, lomba cerdas cermat, pertunjukan musik, hingga berbagai kompetisi dengan hadiah menarik yang didukung Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJKS).
Dari sisi industri, SYAFIF 2026 akan diikuti berbagai pelaku jasa keuangan syariah. Sektor perbankan antara lain diisi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Kalsel Syariah, Bank Syariah Nasional (BSN), Bank Muamalat, Permata Syariah, CIMB Niaga Syariah, Maybank Syariah, Nanobank Syariah, BPRS Barkah Gamadana, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sementara dari sektor nonperbankan, peserta yang turut berpartisipasi meliputi Pegadaian Syariah, Jamkrindo Syariah, Prudential Syariah, PNM Syariah, Bussan Auto Finance (BAF), Mandiri Utama Finance, FIF Group (Amitra), hingga lembaga pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf, Rumah Zakat.
Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) sekaligus Ketua Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OC LIKS OJK), Nur Trismantara, menegaskan bahwa penyelenggaraan SYAFIF tidak semata berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.
“SYAFIF menjadi wadah yang mempertemukan regulator, industri, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif. Melalui kegiatan ini kami berharap literasi dan inklusi keuangan syariah terus meningkat sehingga industri syariah Indonesia dapat tumbuh lebih besar serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi perekonomian nasional,” ujar Nur Trismantara dikutip 2 Juli 2026.
Baca juga: OJK Ungkap Penyebab Inklusi Keuangan Syariah Masih Rendah di Indonesia
Menurutnya, penyelenggaraan SYAFIF 2026 merupakan wujud sinergi antara Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJKS), ASBISINDO, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, SYAFIF dan EKSiS diharapkan terus berkembang sebagai salah satu program literasi dan inklusi keuangan syariah terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi sarana memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. (*)


