Poin Penting
- BTN Housingpreneur 2025 melahirkan inovasi perumahan berbasis teknologi dan keberlanjutan
- GeofloodAI karya mahasiswa Palembang, Ali Sulas Hidayat, menawarkan solusi analisis risiko banjir berbasis machine learning
- Developer juga aktif berpartisipasi, salah satunya Perumahan Mulia Gading Kencana yang meraih juara kategori Affordable House Development dengan konsep rumah subsidi berkelanjutan.
Jakarta – Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 melahirkan berbagai inovasi unik dalam memecahkan masalah di sektor perumahan dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.
Para innovator yang mayoritas adalah generasi muda mengungkapkan harapan mereka untuk dapat berkolaborasi dengan para pelaku ekosistem perumahan nasional sehingga ide-ide mereka dapat terealisasikan
Salah satunya, mahasiswa bernama Ali Sulas Hidayat. Ia bersama timnya dari Palembang mengikuti lomba Business Ideation untuk kategori Housing Related Innovation.
Inovasinya yang bernama GeofloodAI merupakan aplikasi berbasis machine learning yang dapat menganalisis risiko banjir di suatu wilayah sehingga keputusan untuk membangun ataupun membeli properti dapat dilakukan dengan lebih cerdas dan aman.
“Inovasi ini menyelesaikan masalah yang sering terlewat di sektor properti, terutama untuk konsumen ritel dan developer. Untuk konsumen ritel, biasanya sulit menentukan apakah lokasi perumahan untuk rumah yang akan mereka beli itu banjir atau tidak. Jadi biasanya kita hanya bisa tanya kanan-kiri, cek berita, tapi informasi yang didapat belum tentu valid juga,” ujar Ali, Senin, 2 Februari 2026.
Baca juga: Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan
Awalnya, ide aplikasi ini merupakan tesis S2 Ali yang kemudian ia lakukan uji coba di lapangan melalui user testing terhadap sekitar 50 pengguna aplikasi yang ingin mengetahui apakah wilayah tertentu rawan banjir atau tidak.
Tujuannya, agar ide uniknya itu tidak tenggelam di paper akademik saja, namun bisa bermanfaat untuk banyak orang.
Tim GeofloodAI membangun analytics tool untuk mendeteksi banjir dengan menggunakan modeling secara matematis dan riset berdasarkan jurnal saintifik. Dengan bantuan machine learning, Ali dan timnya melakukan crowdsourcing data yang dikalkulasikan dari berbagai sumber, baik data hidrologi maupun data geospasial.
“Jadi ketika user membuka aplikasi, user dapat melakukan tag lokasi untuk mengetahui apakah wilayah tersebut rawan banjir atau tidak, dan akan muncul scoring-nya,” ungkap Ali.
Baca juga: BTN Dorong Inovasi Perumahan Berkelanjutan Lewat Housingpreneur 2025
Ali merasa idenya tersebut sangat diapresiasi karena di Indonesia tidak banyak kompetisi inovasi seperti BTN Housingpreneur. Alhasil, akibat jarangnya kompetisi seperti ini, para inovator muda di Indonesia yang sebetulnya cukup banyak, menjadi patah semangat dan ide-idenya tenggelam.
Padahal, ujarnya, ide-ide para inovator Indonesia tidak kalah dengan negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
“Harapan saya ke depannya adalah bisa berkolaborasi dengan pelaku industri perumahan agar mereka tidak salah memutuskan ketika membangun proyek. Sebab ketika banjir menjadi masalah, uang yang sudah diinvestasikan bisa tenggelam dan proyeknya menganggur, reputasi juga bisa menjadi jelek dan konsumen juga rugi banyak,” tuturnya.
Partisipasi Developer
Sementara itu, developer yang telah memiliki proyek perumahan juga berpartisipasi dalam BTN Housingpreneur 2025 untuk menawarkan solusi hunian yang terjangkau dan juga ramah lingkungan.
Halbert Kurniadi, General Manager PT Infiniti Triniti Jaya menyebutkan, proyek perumahan yang dibangun perusahaannya, yakni Perumahan Mulia Gading Kencana di Jakarta berhasil meraih gelar juara 1 untuk kategori Affordable House Development di kalangan established business.
Selain membangun rumah bersubsidi dengan kualitas material atau bahan bangunan yang baik karena disuplai langsung oleh pabrik-pabrik yang bekerja sama dengan perusahaan, Mulia Gading Kencana menawarkan konsep perumahan subsidi yang berkelanjutan.
“Kita mendapatkan sertifikat bangunan gedung hijau. Ini yang pertama di Indonesia untuk perumahan subsidi. Sanitasi juga sudah menggunakan septic tank fiber. Artinya, rumah yang kami bangun adalah rumah yang nyaman, ramah lingkungan, bersirkulasi udara yang baik dan sanitasi yang baik. Semoga perumahan Mulia Gading Kencana dapat menjadi suatu percontohan bagi perumahan subsidi lain,” ujar Halbert.
Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 dimulai pada 25 Oktober 2025 dan diakhiri melalui gelaran BTN Expo 2026 yang diadakan di JICC. (*)
Editor: Galih Pratama










