Nasional

Klarifikasi Kades Ciparakan Terkait Isu Rumah Warga Dibongkar Jadi Kopdes Merah Putih

Poin Penting

  • Lahan yang ditempati Cani (80) adalah tanah milik desa, dipilih untuk pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih karena luas dan lokasi yang strategis
  • Pemerintah desa telah berkomunikasi dan mencapai kesepakatan dengan Cani; saat ini ia tinggal di rumah anaknya di dekat lokasi
  • Cani akan tetap diusulkan menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai bentuk perhatian dari desa.

Jakarta – Kepala Desa (Kades) Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Sarji, menyampaikan klarifikasi terkait kabar pembongkaran rumah seorang warga lanjut usia bernama Cani (80) yang disebut-sebut terjadi akibat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Cani harus meninggalkan rumah yang telah ditempatinya sekitar 15 tahun karena bangunan tersebut akan dibongkar untuk pembangunan fasilitas koperasi desa.

Sarji menjelaskan, lahan yang ditempati Cani merupakan tanah milik desa. Menurut dia, lokasi tersebut dipilih sebagai tempat pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih karena dinilai paling memungkinkan dari segi luas dan letaknya.

“Statusnya jelas, itu tanah desa. Lokasinya juga paling memungkinkan untuk pembangunan,” kata Sarji, dalam keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca juga: Dorong Ekonomi Kerakyatan, Menkop Sebut Kopdes Merah Putih Bagian Prabowonomics

Ia menyebutkan, rencana pembangunan gerai Kopdes/Kel Merah Putih beserta fasilitas pendukungnya telah melalui komunikasi dengan penghuni rumah yang menempati lahan tersebut. Meski sempat mengalami kendala, menurut Sarji, telah ada kesepahaman antara pemerintah desa dan penghuni rumah.

“Sudah ada kesepakatan awal. Penghuni rumah juga mengetahui bahwa lahan yang ditempati merupakan milik desa,” ujarnya.

Sarji menuturkan, saat ini Cani telah pindah ke rumah anaknya yang berada di seberang lokasi pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih. Ia juga menyebutkan bahwa Cani tidak termasuk kategori warga tidak mampu karena masih memiliki lahan lain di sekitar lokasi tersebut.

Baca juga: Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Meski begitu, pemerintah desa berencana mengusulkan Cani sebagai penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai bentuk perhatian.

“Kami tetap akan mengusulkan agar beliau mendapatkan bantuan Rutilahu,” kata Sarji.

Pemerintah Desa Ciparakan berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih dilakukan sesuai prosedur serta mempertimbangkan kondisi warga yang terdampak. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Defisit APBN Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More

9 hours ago

Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t mudik

Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More

9 hours ago

Airlangga Beberkan Jurus Pemerintah Jaga Daya Beli di Awal 2026

Poin Penting Pemerintah menggulirkan stimulus fiskal dan bansos sejak awal 2026 untuk menjaga daya beli;… Read More

10 hours ago

Nilai Transaksi Mandiri Agen Capai Rp3,5 Triliun di Januari 2026

Poin Penting Frekuensi transaksi Mandiri Agen naik 44 persen yoy menjadi 2,34 juta pada Januari… Read More

10 hours ago

APPBI Bidik Transaksi BINA Lebaran 2026 Tembus Rp53 Triliun

Jakarta –  Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) membidik transaksi penjualan pada program BINA (Belanja di… Read More

10 hours ago