Poin Penting
- Reviu MSCI berpotensi membatasi inflow dana global ke pasar saham Indonesia.
- Saham DSSA dan BREN terdampak status HSC, mengurangi minat investor institusi global.
- IHSG masih berpeluang rebound ke 7.773–8.000 jika kondisi pasar membaik.
Jakarta – Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pembekuan kenaikan bobot, tidak adanya penambahan saham, dan penundaan migrasi indeks dapat membatasi kemampuan pasar saham Indonesia dalam menyerap aliran dana global.
“Jadi dampaknya lebih ke terbatasnya inflow ke depan, bukan sekadar potensi outflow besar saat ini,” ujar Manajemen Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam risetnya, dikutip Rabu, 22 April 2026.
Baca juga: Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Ditutup Loyo ke Level 7.559
Dalam reviu indeks MSCI, juga diputuskan penghapusan saham yang dikategorikan memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Saham yang masuk kategori ini antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Menurut Kiwoom, kondisi tersebut memicu hilangnya potensi inklusi serta dukungan dana global, bukan semata-mata aksi jual besar saat ini.
“Passive fund mau nggak mau pasti kurangi posisi di dua saham ini, sepertinya mereka telah lakukan ini dari jauh-jauh hari. Status HSC tetap negatif karena menurunkan visibilitas dan akses terhadap investor institusi global,” imbuhnya.
Baca juga: Prajogo Pangestu Borong Saham BREN, Segini Nilainya
Adapun keputusan MSCI ini menambah ketidakpastian di tengah tekanan global seperti geopolitik, nilai tukar, dan harga energi. Namun, kondisi ini dinilai lebih sebagai risiko penilaian ulang (re-rating) terhadap struktur pasar, bukan perubahan fundamental ekonomi.
Peluang IHSG Rebound
Kiwoom menilai IHSG masih berpeluang rebound secara teknikal. Namun, pemulihan yang lebih kuat memerlukan kejelasan dari reviu MSCI selanjutnya serta implementasi reformasi di level pasar.
Baca juga: Review MSCI Berpotensi Tekan IHSG, Analis Soroti Risiko Dana Asing Tertahan
Kiwoom memperkirakan, jika kondisi lebih kondusif, IHSG berpotensi menembus level 7.690 menuju kisaran 7.773-8.000. Fase sideways saat ini dinilai sebagai bagian dari pola bullish flag. (*)
Editor: Yulian Saputra








