Poin Penting
- Rupiah melemah ke Rp17.158 per dolar AS, turun 0,19% dari penutupan sebelumnya.
- Investor wait and see menantikan hasil RDG BI terkait suku bunga dan stabilisasi rupiah.
- Pergerakan terbatas diproyeksikan di kisaran Rp17.100–Rp17.200, dipengaruhi sentimen global dan domestik.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan, Rabu (22/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.158 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,19 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.143 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi atau cenderung bergerak datar dengan potensi melemah terbatas.
Hal ini disebabkan oleh investor yang masih wait and see menunggu hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait arah kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar rupiah.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi/datar dengan potensi melemah terbatas, investor wait and see menantikan hasil RDG BI sore ini,” kata Lukman, Rabu, 22 April 2026.
Baca juga: Kapan BI Rate Turun? Ini Penjelasan Gubernur BI
Selain faktor domestik, perkembangan eksternal juga menunjukkan kondisi yang beragam. Meski gencatan senjata antara AS dan Iran diperpanjang, Iran menolak kembali ke meja perundingan.
“Dari perkembangan eksternal, situasi beragam, walau gencatan senjata AS-Iran diperpanjang, namun Iran menolak untuk kembali berunding,” tambahnya.
Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam, Trump: Banyak Bom akan Mulai Meledak
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra








