January effect yang diharapkan dapat mendorong kinerja saham perbankan ternyata tidak terjadi. Hal ini terlihat dari analisis teknikal harga-harga saham bank yang meluncur jatuh dalam kurun waktu 1 minggu setelah pembukaan saham perdana.
Bagi bank yang sebelumnya lesu di tahun 2016 akibat besarnya penyaluran ke sektor komoditas nampaknya kondisi perlahan membaik. Hal ini seiring pulihnya beberapa kinerja perusahaan berbasis komoditas terutama migas, batu-bara dan minyak kelapa sawit akibat kenaikan harga komoditas.
Bank pun lanjutnya masih berharap kucuran realisasi tax amnesty. Sejauh ini realisasi dana repatriasi masih di bawah 40% dari target atau Rp67 triliun. Sementara komitmen repatriasi mencapai Rp141 triliun. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: 2017, Perbankan Andalkan Kredit Sektor Infrastruktur)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More
Poin Penting Krom Bank mencatat laba Rp143 miliar pada 2025, naik 16 persen yoy dari… Read More
Poin Penting: Pemerintah mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia untuk menjaga… Read More
Poin Penting OCTO Biz telah menjangkau lebih dari 21.000 nasabah perusahaan, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar… Read More
Poin Penting: BI memproyeksikan permintaan rumah di Balikpapan meningkat pada 2026 seiring kelanjutan pembangunan IKN.… Read More
Poin Penting Momentum HUT ke-55 dimanfaatkan Askrindo untuk memperkuat peran dalam inklusi keuangan, dengan fokus… Read More