January effect yang diharapkan dapat mendorong kinerja saham perbankan ternyata tidak terjadi. Hal ini terlihat dari analisis teknikal harga-harga saham bank yang meluncur jatuh dalam kurun waktu 1 minggu setelah pembukaan saham perdana.
Bagi bank yang sebelumnya lesu di tahun 2016 akibat besarnya penyaluran ke sektor komoditas nampaknya kondisi perlahan membaik. Hal ini seiring pulihnya beberapa kinerja perusahaan berbasis komoditas terutama migas, batu-bara dan minyak kelapa sawit akibat kenaikan harga komoditas.
Bank pun lanjutnya masih berharap kucuran realisasi tax amnesty. Sejauh ini realisasi dana repatriasi masih di bawah 40% dari target atau Rp67 triliun. Sementara komitmen repatriasi mencapai Rp141 triliun. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: 2017, Perbankan Andalkan Kredit Sektor Infrastruktur)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More