Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Kuartal I 2018 Meningkat. Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja dunia usaha mengalami perlambatan pada triwulan IV-2024. Hal ini terlihat dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sebesar 12,46 persen, lebih rendah dibandingkan 14,40 persen pada triwulan III-2024.
Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), mayoritas sektor usaha masih menunjukkan kinerja positif. Sektor dengan SBT tertinggi antara lain jasa keuangan (1,95 persen), informasi dan komunikasi (1,34 persen), serta transportasi dan pergudangan (1,25 persen). Peningkatan aktivitas pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Natal dan Tahun Baru turut menjaga permintaan domestik.
Namun, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan signifikan dengan SBT hanya 0,77 persen. Penurunan ini disebabkan musim tanam pada sub-sektor tanaman pangan dan tingginya curah hujan, yang memengaruhi sub-sektor hortikultura (-0,15 persen) serta perkebunan (-0,20 persen).
Baca juga: Kinerja Dunia Usaha Meningkat 11,05% di Triwulan I-2023
BI memprediksi kegiatan usaha tetap tumbuh pada triwulan I-2025 dengan SBT 11,96 persen, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,82 persen), terutama sub-sektor tanaman pangan yang diperkirakan meningkat seiring musim panen di daerah lumbung pangan nasional.
“Kegiatan usaha yang diprakirakan tetap tumbuh antara lain bersumber dari peningkatan kinerja LU pertanian, kehutanan, dan perikanan,” tulis SKDU BI, dikutip, Jumat, 17 Januari 2025.
Baca juga: DPR Tolak Dana Zakat untuk Makan Bergizi Gratis: Dapat Diambil dari Cukai Rokok
Di sisi lain, perlambatan terlihat pada sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial (SBT 0,53 persen) akibat pola anggaran di awal tahun. Sektor informasi dan komunikasi (0,65 persen), real estat (0,35 persen), dan konstruksi (0,21 persen) juga melemah karena curah hujan tinggi yang menghambat pembangunan serta proses tender proyek di awal tahun.
Kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV-2024 mencapai 72,91 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan 73,13 persen pada triwulan III-2024.
“Hal ini terutama ditopang oleh beberapa LU yaitu LU Pengadaan Listrik serta LU Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum lebih baik, khususnya pada aspek Likuiditas dan Rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah,” tulis BI.
Meski begitu, kondisi keuangan dunia usaha tetap menunjukkan perbaikan. Likuiditas meningkat dengan Saldo Bersih (SB) mencapai 20,96 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (20,42 persen). Rentabilitas atau kemampuan mencetak laba juga mengalami kenaikan dengan SB 19,12 persen, dibandingkan 18,46 persen pada triwulan III-2024.
Baca juga: Lebih dari 10.000 Perusahaan Jepang Bangkrut, Tertinggi Sejak 2013
Responden menyatakan akses kredit perbankan pada triwulan IV-2024 tetap dalam kondisi baik meskipun sedikit melambat. SB akses kredit tercatat 4,81 persen, lebih rendah dari triwulan III-2024 yang mencapai 5,27 persen.
“Persentase responden yang menjawab kondisi rentabilitas pada triwulan IV-2024 lebih baik sebanyak 26,90 persen, lebih tinggi dibandingkan 25,86 persen pada triwulan sebelumnya,” tambah BI.
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More
Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More