Kimia Farma (KAEF) Alihkan Saham Anak Usaha Rp1,86 Triliun

Kimia Farma (KAEF) Alihkan Saham Anak Usaha Rp1,86 Triliun

Kimia Farma (KAEF) Alihkan Saham Anak Usaha Rp1,86 Triliun
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) telah melakukan pengalihan saham anak usahanya PT Kimia Farma Apotek (KFA) dalam rangka pengembangan industri healthcare di Indonesia, yang dituangkan melalui penandatanganan Akta Jual Beli Saham KFA yang dimiliki KAEF dengan para investor.

Dalam hal ini, para investor yang terlibat diantaranya, PT Akar Investasi Indonesia (AII) yang merupakan anak perusahan Indonesia Investment Authority (INA) dan CIZJ Limited (CIZJ) yang merupakan anak perusahaan Silk Road Fund Co., Ltd.

Penandatanganan akta jual beli tersebut merupakan tindak lanjut dari acara penandatangan Conditional Share Subscription and Purchase Agreement pada 13 November 2022 lalu.

KAEF telah melakukan kesepakatan dengan AII dan CIZJ untuk berinvestasi pada KFA secara langsung dengan nilai sebesar Rp1,86 triliun melalui pengambilalihan sebagian saham KFA milik KAEF senilai Rp460 miliar dan pengambilan saham baru KFA dengan nilai Rp1,4 triliun.

Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mendukung modal kerja dan pengembangan bisnis dimana KFA akan melakukan pengembangan usaha ke depan melalui New Bussiness Model with Digitalization, dengan melakukan kombinasi offline dan online store dengan strategi omnichannel, integrasi ApotekKlinik-LabDiagnostika, serta New Digital Channel.

Direktur Utama KAEF, David Utama, mengatakan bahwa, Kimia Farma menetapkan pelaksanaan pengembangan melalui Partnership Strategy dengan perusahaan rekanan bisnis seperti AII dan CIZJ yang dapat memberikan manfaat untuk dapat mengembangkan Operational Excellence & Service Experience dengan demikian KFA dapat menciptakan nilai keunggulan.

Adapun, saat ini, jumlah outlet existing yang dimiliki adalah sebanyak 1.195 apotek, 410 klinik dan 72 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Pengembangan layanan apotek dan klinik terus dilakukan dengan melihat peluang pasar yang ada. Tujuannya agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas,” ucap David dalam keterangan resmi di Jakarta, 30 Desember 2022. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]