PASAR saham terombang-ambing pekan ini. Sebagian besar pasar berayun tajam antara kenaikan dan penurunan karena meningkatnya risiko politik di seluruh dunia, akibat perkembangan isu Trump, dan masalah Brexit.
Investor dalam negeri pun kini fokus pada Pilkada DKI, yang diperkirakan masih akan menahan pasar untuk bergerak secara normal. Artinya secara jangka pendek, posisi pasar saham masih dihantui sentimen yang datang baik dari luar maupun dalam negeri.
Baca juga: Pasar Saham Global Tingkatkan Kewaspadaan
Analis ForexTime Lukman Otunuga mengungkapkan, kondisi pasar Asia yang bervariasi sendiri di hari kemarin karena sentimen risiko investor oleh segala masalah seputar Trump.
Harga minyak yang lemah berpotensi memicu penghindaran risiko sehingga pasar Eropa dapat mengalami tekanan jual di jangka pendek.
Wall Street terus terganggu oleh ketidakpastian Trump dan sensivitas saham Amerika berpotensi meningkat karena investor mencari isyarat tentang kebijakan yang akan diperkenalkan Presiden AS Donald Trump pekan ini. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More
Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More
Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More
Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More
Poin Penting Grab melalui A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) sebanyak 253,91 juta saham… Read More