PASAR saham terombang-ambing pekan ini. Sebagian besar pasar berayun tajam antara kenaikan dan penurunan karena meningkatnya risiko politik di seluruh dunia, akibat perkembangan isu Trump, dan masalah Brexit.
Investor dalam negeri pun kini fokus pada Pilkada DKI, yang diperkirakan masih akan menahan pasar untuk bergerak secara normal. Artinya secara jangka pendek, posisi pasar saham masih dihantui sentimen yang datang baik dari luar maupun dalam negeri.
Baca juga: Pasar Saham Global Tingkatkan Kewaspadaan
Analis ForexTime Lukman Otunuga mengungkapkan, kondisi pasar Asia yang bervariasi sendiri di hari kemarin karena sentimen risiko investor oleh segala masalah seputar Trump.
Harga minyak yang lemah berpotensi memicu penghindaran risiko sehingga pasar Eropa dapat mengalami tekanan jual di jangka pendek.
Wall Street terus terganggu oleh ketidakpastian Trump dan sensivitas saham Amerika berpotensi meningkat karena investor mencari isyarat tentang kebijakan yang akan diperkenalkan Presiden AS Donald Trump pekan ini. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More