Categories: Perbankan

Kerjasama Bank Banten dan Amazon Bakal Terealisasi

Jakarta –  PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) menjelaskan bahwa layanan digital yang bekerja sama dengan Amazon Web Services, bakal segera meluncur.

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin mengatakan, BEKS harus bisa compete dengan market dan pihaknya akan masuk ke layanan digital banking tersebut.

Menurut dia, pengembangan layanan digital Bank Banten ke depan punya potensi yang besar. Selain captive market utama Bank Banten adalah kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), provinsi Banten juga dikelilingi sejumlah industri strategis, seperti industri baja, industri petrokimia hingga pemain properti besar, ditambah fasilitas pendukung lainnya seperti bandara internasional dan pelabuhan.

Manajemen Bank Banten (BEKS) optimis mampu menjalankan strateginya guna mendorong perbaikan kinerja bisnis di tahun 2021. BEKS pun mengusung 4 Grand Strategy dan 8 Quick Wins dalam mengembangkan bisnisnya, Dimana pada awal Q3-2021 ini, BEKS mampu memperbaiki kinerja pendapatan bunga hingga Fee based income.

“Manajemen baru bank Banten ini kan Hasil RUPS bulan Maret 2021, kemudian kami manajemen baru bank Banten ini mulai bisa melakukan eksekusi rencana action plan Bank Banten ini adalah di awal Juni 2021, jadi efektif sekitar 3 bulan hingga Agustus ini kami sudah melakukan upaya-upaya untuk melakukan strategi turn around ini adalah satu strategi kita bagaimana menjadikan bank Banten segera biru. Karena 4 tahun yang lalu bank banten masih merah, mudah-mudahan di 2021 ini kami tim manajemen siap melakukan strategi tersebut dan bukan cuma kata-kata saja namun sudah kenyataan,” jelas Agus.

Ia mengatakan, dari sisi pendapatan, jika triwulan II pendapatan bunga sudah meningkat sekitar 168%, dari indikator ini tentunya bisa terlihat bahwa rencana Bank Banten dalan menerapkan strateginya, bisa tercapai di bulan Desember 2021.

“Kita sudah mengupayakan beberapa strategi yang kita kembangkan dan itulah yang membuat kami cukup cepat melakukan proses akselerasi untuk pencapaian ini agar bisa terlihat secara fundamental dan tentunya kami terus melakukan upaya perbaikan untuk lebih baik lagi,” jelasnnya.

Keoptimisan manajemen sendiri sangat beralasan, karena beberapa industri besar berada di Banten seperti Krakatau Steel, Chandra Asri dan lain-lain, di samping itu juga ada pelabuhan-pelabuhan, Bandar Udara Internasional soekarno-hatta, sehingga potensinya sangat besar sekali. Disisilain kerjasama dengan Amazon juga bakal mendorong kinerja perusahaan kedepan bisa lebih baik lagi.

“Captive market kita sudah ada makanya Amazon itu juga sangat tertarik bekerjasama dengan bank Banten. Kami punya satu ekosistem yang siap untuk dikembangkan dan tentunya ini akan memberikan daya dorong kemajuan bagi daerah tertentu buat kemajuan bangsa kita terutama untuk pemulihan ekonomi nasional,”papar Agus. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Jerat Defisit APBN: Menkeu Purbaya, Bunga Utang Menggunung dan Tax Ratio yang Rendah

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More

2 hours ago

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

15 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

15 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

15 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

15 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

16 hours ago