Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Agustus 2025. Foto: BPMI Setpres/
Poin Penting
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap rincian anggaran sebesar Rp268 triliun dari APBN untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 93 persen anggaran tersebut dialokasikan langsung untuk program MBG.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan pengelolaan anggaran BGN dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Ia juga meluruskan informasi simpang siur terkait besaran anggaran yang dikelola lembaganya.
“Berdasarkan Undang-Undang APBN, BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp268 triliun. Jadi, kalau ada yang menyampaikan bahwa kita memiliki anggaran Rp335 triliun itu tidak benar. Sebanyak 93 persen dari total alokasi APBN sebesar Rp268 triliun yang dikelola BGN, dialokasikan untuk bantuan pemerintah dalam MBG,” ujar Dadan di Jakarta, dikutip Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
Baca juga: Menkeu Purbaya: Libur MBG selama Idul Fitri Hemat Triliunan Rupiah
Berikut rincian penggunaan anggaran BGN dalam pelaksanaan Program MBG:
Baca juga: Purbaya Sebut BGN Usul Efisiensi MBG, Bisa Hemat Rp40 Triliun Setahun
Dadan mengatakan mayoritas anggaran BGN memang dirancang agar langsung menyentuh masyarakat luas melalui program MBG.
“Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk Program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Dadan.
BGN juga meluruskan bahwa angka Rp335 triliun yang beredar di publik bukan bagian dari anggaran BGN. Dana tersebut berasal dari cadangan pemerintah melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).
Selain itu, terdapat dana cadangan sebesar Rp67 triliun yang merupakan kebijakan presiden, namun tidak termasuk dalam alokasi utama yang dikelola BGN untuk program MBG.
Dengan komposisi anggaran BGN yang berfokus pada pembelian bahan baku dan penyerapan tenaga kerja, Program MBG tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
BGN memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara akuntabel dan efektif agar memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More
Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More
Poin Penting Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen… Read More
Poin Penting KPPU menggelar sidang perdana dugaan keterlambatan notifikasi akuisisi oleh PT Evans Indonesia dalam… Read More