Poin Penting
- BI menaikkan BI Rate 50 bps, membuat IHSG melemah 1,21 persen ke level 6.292,36
- Kenaikan suku bunga dinilai menekan sektor sensitif bunga seperti properti dan teknologi
- Saham bank jumbo seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI masih dinilai defensif di tengah gejolak pasar.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta meredam tekanan eksternal.
Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, menilai kenaikan suku bunga tersebut berpotensi memberi sentimen negatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek. Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi dinilai membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati.
Tercatat, IHSG melemah 1,21 persen ke level 6.292,36 pada perdagangan sesi II pukul 15.26 WIB.
“Biasanya membuat investor lebih berhati-hati dan menekan sektor-sektor yang sensitif terhadap bunga seperti properti, teknologi, dan consumer discretionary,” ucap Elandry kepada Infobanknews.com di Jakarta, 20 Mei 2026.
Meski demikian, Elandry menilai langkah BI juga dapat dipersepsikan positif karena mencerminkan komitmen bank sentral dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi nasional.
“Jadi walaupun market kemungkinan masih volatile, keputusan ini justru bisa membantu menjaga kepercayaan investor asing terhadap rupiah dan pasar keuangan domestik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menilai dampak kenaikan suku bunga terhadap saham-saham perbankan berkapitalisasi besar akan cenderung bervariasi. Dalam jangka pendek, kondisi tersebut memang berpotensi memicu kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan kredit.
Saham Bank Jumbo Defensif
Namun demikian, saham bank-bank jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) diperkirakan tetap defensif karena ditopang likuiditas yang kuat serta kemampuan menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM).
“Jadi sektor bank besar menurut saya justru masih menjadi salah satu sektor yang relatif lebih aman di tengah kondisi seperti sekarang,” ujar Elandry.
Sementara itu, hingga perdagangan sesi II pukul 15.20 WIB, sektor perbankan masih menguat sekitar 0,30 persen. Saham BBRI tercatat naik 0,33 persen, BMRI menguat 1,94 persen, dan BBNI naik 0,26 persen. Adapun saham BBCA terpantau bergerak flat di level Rp5.950 per saham. (*)


