Poin Penting:
- Pemerintah mengajukan tambahan 5.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan untuk memperkuat ekspansi Sekolah Rakyat.
- Target siswa Sekolah Rakyat diproyeksikan melampaui 100 ribu orang pada tahun depan.
- Pemerintah membangun 101 sekolah permanen tahun ini sebagai bagian dari target 500 sekolah hingga 2029.
Jakarta – Kementerian Sosial mengajukan penambahan ribuan formasi guru dan tenaga kependidikan untuk memperkuat ekspansi program Sekolah Rakyat, yang terus berkembang seiring peningkatan jumlah peserta didik. Permohonan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan gratis bagi kelompok masyarakat miskin.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa kebutuhan tenaga pengajar meningkat tajam karena target penambahan siswa tahun ini hingga tahun depan melonjak signifikan.
“Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk sekolah rakyat ini,” ujarnya di Jakarta seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Realisasi Anggaran Sekolah Rakyat Tembus Rp788,7 Miliar
Saat ini jumlah siswa Sekolah Rakyat hampir mencapai 16 ribu orang. Pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu peserta baru pada tahun ini, sehingga total siswa diprediksi melampaui 45 ribu.
Tahun depan, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, total peserta didik ditargetkan menembus lebih dari 100 ribu siswa.
Guru Sekolah Rakyat Harus Melalui Pelatihan Khusus
Pengajuan formasi baru tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Menurut Mensos yang akrab disapa Gus Ipul, perluasan kapasitas Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan tenaga pendidik berskala besar agar proses belajar mengajar tetap terjaga kualitasnya.
Kemensos menyerahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menentukan spesifikasi kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Namun demikian, belum ada informasi resmi mengenai waktu pelaksanaan rekrutmen. Hanya saja, pemerintah memastikan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara ketat, dan setiap pengajar nantinya wajib mengikuti pelatihan khusus, termasuk retret, sebagai bagian dari standar mutu penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Tetap akan ada retret dan pelatihan-pelatihan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan bagi siswa kita,” kata Gus Ipul.
Baca juga: Bagai Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Guru RI dengan Negara Tetangga
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu (Desil 1–4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Konsepnya mengintegrasikan layanan pengentasan kemiskinan, termasuk Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, jaminan kesehatan PBI-JK, serta dukungan ekosistem sosial seperti Koperasi Desa Merah Putih.
Ekspansi Besar: 166 Titik Beroperasi, 101 Sekolah Permanen Dibangun
Hingga saat ini telah beroperasi 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 38 provinsi sejak Juli 2025 dengan total 15.900 siswa jenjang SD hingga SMA. Ribuan tenaga pendidik terlibat dalam pengelolaan fasilitas ini.
Pemerintah juga sedang membangun 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini, bagian dari target pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029. Perluasan fasilitas fisik ini mendukung lonjakan jumlah siswa baru yang terus meningkat.
Baca juga: Bertahap 100 per Tahun, Prabowo Siapkan 500 Sekolah Rakyat di Wilayah Ini
Perluasan di Jakarta dan Sekitarnya
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kemensos telah menambah 10 titik Sekolah Rakyat rintisan. Fasilitas ini diprioritaskan bagi anak-anak telantar, anak jalanan, serta mereka yang berisiko putus sekolah.
Kehadiran titik-titik baru itu menegaskan komitmen pemerintah memperluas jangkauan manfaat program Sekolah Rakyat di pusat populasi urban.
Di tengah pembangunan sistem pendidikan inklusif tersebut, penambahan 5.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan menjadi kebutuhan mendesak agar Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan memberikan layanan optimal kepada lebih banyak anak Indonesia.
Melalui pengajuan formasi baru ini, pemerintah berharap program Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak anak dan meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. (*)
Editor: Yulian Saputra








