Nasional

Kemenkop Dukung Jatim Jadi Prioritas Pengembangan Kopdes Merah Putih

Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mendukung Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang turut aktif dan menjadi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih sebagai prioritas utama, salah satunya di Kabupaten Bojonegoro.

“Saya optimis, bahwa Jatim akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan koperasi berbasis desa dan kelurahan,” kata Budi Arie Setiadi dikutip Jumat, 18 Juli 2025.

Ia menegaskan, Kopdes/kel Merah Putih yang menjadi tanggung jawab bersama ini juga diharapkan dapat mewujudkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Justice is not service. Keadilan itu bukan hadiah. Keadilan itu adalah perjuangan untuk kita mewujudkan pengelolaan ekonominya yang berkeadilan, sehingga rakyat bisa mendapat manfaat terbaik bagi kehidupan ekonominya,” jelasnya.

Baca juga : 103 Kopdes Merah Putih Siap Diresmikan Prabowo di Klaten 21 Juli 2025

Menurutnya, Kodes Merah Putih dianggap sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.

“Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan lebih dari 80.000 Kopdes/kel Merah Putih beroperasi di seluruh Indonesia tahun ini, dengan Jatim menjadi provinsi terdepan,” ujarnya.

Terima Apresiasi

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, Pemprov Jatim menerima dukungan paling banyak dan paling cepat dalam pengembangan Kopdes/kel Merah Putih .

“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran. Mulai dari Kepala Desa, Lurah, hingga para pelaku dunia usaha dan industri yang turut mendukung gerakan ini,” tuturnya.

Baca juga : Menkop Yakin Kopdes Merah Putih Bisa Saingi Koperasi Dunia, Ini Strateginya

Dia juga menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan kegiatan koperasi, sebagai bentuk komitmen menjalankan mandat dari Presiden Prabowo untuk menjadikan koperasi sebagai pilar kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan bangsa.

“Seperti koperasi yang ada di Bojonegoro justru telah memiliki korporasi, bahkan holding koperasi yang telah mengonsolidasikan berbagai koperasi lain,” jelasnya.

Khofifah berharap, model ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi yang kuat antara koperasi dan dunia usaha, industri, serta lembaga perbankan untuk meningkatkan kontribusi koperasi dalam pembangunan ekonomi daerah. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

9 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

9 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

9 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

15 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

15 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

15 hours ago