Moneter dan Fiskal

Kemenkeu Cairkan Pembiayaan Investasi Rp73,89 Triliun, Buat Apa Saja?

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga 12 Desember 2023 telah mencairkan pembiayaan investasi sebesar Rp73,89 triliun, yang dialokasikan senilai Rp176,3 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pembiayaan investasi ini disalurkan guna mendukung kesinambungan pelaksanaan program-program pemerintah yang memiliki multiplier effect besar terhadap perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam UU APBN, direncanakan Rp176,3 triliun pembiayaan investasi. Sampai dengan 12 Desember, terealisasi Rp73,89 triliun atau 41,9 persen,” ujar Sri Mulyani dalam APBN KiTa, dikutip, Senin 18 Desember 2023.

Baca juga: Sri Mulyani Tambah Anggaran Belanja Sejumlah Kementerian, Ini Daftarnya

Secara rinci, pencairan pembiayaan investasi di antaranya untuk klaster infrastruktur sebesar Rp44,90 triliun, digunakan untuk pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

“Di bidang infrastruktur, LMAN sampai saat ini sudah mengelola Rp159,8 triliun dan ini terutama mendukung PSN (Proyek Strategis Nasional), tahun 2023 telah dicairkan Rp25,4 triliun untuk pembelian berbagai lahan-lahan dalam rangka PSN,” imbuh Menkeu.

Kemudian, klaster pendidikan sebesar Rp20 triliun untuk pembiayaan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), klaster Pendidikan Rp3,5 triliun untuk pembiayaan LDKPI (Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional) dan LKI (Lembaga Kajian Indonesia).

“Untuk LDKPI termasuk kemarin untuk membantu Palestina, membantu kemanusiaan di berbagai daerah di dunia seperti di Ethiopia, Kenya, dan kita menerima ASN dari negara-negara lain yang ingin belajar dari Indonesia,” jelasnya.

Baca juga: Belanja Negara Medio Desember 2023 Baru Tersalurkan 84,5 Persen, Ini Rinciannya

Selanjutnya, klaster perlindungan masyarakat senilai Rp4,3 triliun untuk pembiayaan BPDLH (Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup) pooling fund bencana, klaster pangan dan lingkungan hidup Rp0,8 triliun untuk pembiayaan BPDLH rehabilitasi mangrove, serta kewajiban penjaminan sebesar Rp0,33 triliun.

“BPDLH dalam hal ini dana kelola investasinya mencapai Rp10,19 triliun, untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan hidup dan komitmen perubahan iklim Indonesia,” paparnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Viral Ribuan Motor Listrik untuk Operasional MBG, Purbaya: Tahun Lalu Kita Tolak!

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut usulan pengadaan motor listrik dan komputer untuk… Read More

4 mins ago

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

2 hours ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (8/4) Kompak Naik, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada 8 April 2026, melanjutkan rebound setelah… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Melesat 2,49 Persen ke Level 7.144

Poin Penting IHSG dibuka naik 2,49 persen ke level 7.144,38 dari 6.971,02 pada awal perdagangan… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.981 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah menguat 0,72 persen ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari… Read More

3 hours ago