Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mendapat bantuan 2000 oksigen cair dari Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) dan Gajah Tunggal Group. Bantuan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan oksigen medis bagi perawatan pasien COVID-19.
Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Abdul Kadir berterima kasih pada Gajah Tunggal Group dan Yayasan UID atas bantuan yang diberikan. Saat ini, kebutuhan oksigen meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RS.
“Bantuan oksigen ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi perawatan dan penyelamatan pasien COVID-19,” ujar Abdul dalam keterangannya, yang dikutip Rabu, 14 Juli 2021.
Pada tahap awal, RSUPN Cipto Mangunkusumo menjadi rumah sakit pertama yang mendapatkan kiriman oksigen sebanyak 20 ton. Untuk selanjutnya, proses pengiriman akan dilakukan secara bertahap setiap bulannya sebanyak 200 ton ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan khususnya di pulau Jawa dan Bali.
Untuk memenuhi pasokan oksigen baik di rumah sakit maupun pusat isolasi mandiri, pemerintah telah mengupayakan 3 strategi diantaranya melakukan konversi oksigen industri ke medis, mengimpor tabung oksigen serta penggunaan oksigen konsentrator. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More