Moneter dan Fiskal

Kemendagri Singgung 25 Daerah Pasif Kendalikan Inflasi: Hanya Harapkan Anugerah Tuhan

Poin Penting

  • Kemendagri menyoroti 25 daerah yang pasif dalam pengendalian inflasi dan hanya mengandalkan “anugerah Tuhan” tanpa aksi nyata.
  • Hanya 43 daerah yang konsisten menjalankan sembilan langkah pengendalian inflasi sepanjang 2025.
  • Sebanyak 287 daerah dinilai hanya menjalankan sebagian kecil langkah pengendalian secara tidak optimal.

Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menyoroti 25 daerah yang dinilai belum melakukan upaya konkret dalam pengendalian inflasi di wilayah masing-masing.

“Ini 25 daerah yang hanya mengharapkan anugerah Tuhan Yang Maha Esa tanpa bekerja,” ujar Tomsi dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025.

Tomsi menekankan bahwa pengendalian inflasi memerlukan kerja nyata dan keseriusan dari kepala daerah serta seluruh jajaran pemerintah daerah.

Ia menyebutkan bahwa stabilitas harga pangan terbukti dapat dijaga bila penanganan inflasi dijalankan secara serius.

“Kita sudah membuktikan bahwa kalau kita kerja keras, buktinya bisa beras sama minyak goreng turun, tentunya terhadap barang-barang yang lain juga sama,” tegasnya.

Baca juga: Inflasi di Daerah Melonjak, Kemendagri Minta Kepala Daerah Turun ke Pasar

Tomsi memaparkan, dari total seluruh pemerintah daerah, hanya 43 yang konsisten menjalankan sembilan langkah pengendalian inflasi secara penuh sepanjang 2025.

Langkah-langkah tersebut meliputi pemantauan harga dan stok, rapat teknis tim pengendali inflasi, menjaga pasokan bahan pokok, gerakan menanam, operasi pasar murah, sidak pasar dan distributor, koordinasi dengan daerah penghasil komoditi, realisasi Belanja Tak Terduga (BTT), serta pemberian bantuan transportasi dari APBD.

“Saya berharap kegiatan sembilan langkah menurunkan inflasi atau harga-harga ini betul-betul dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Hanya 43 daerah yang betul-betul melaksanakan enam dari sembilan langkah ini, tapi 6 saja kalau dilaksanakan sudah luar biasa, hanya 43 daerah yang rajin,” ungkapnya.

Baca juga: Bahaya Laten Revisi UU P2SK: Independensi Otoritas Keuangan Dikorbankan Demi “Libido” Kekuasaan?

Sementara, 159 daerah dinilai cukup baik per 6 Oktober 2025, kemudian 287 daerah hanya menjalankan sebagian kecil langkah secara setengah-setengah. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

2 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

2 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

2 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

3 hours ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

3 hours ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

3 hours ago