Jakarta – Akun Traveloka saya dibajak dengan menggunakan email dan nomor HP tambahan yang tidak pernah saya ajukan yakni sayangilacs@gmail.com dan nomor tambahan xxxxxx52216.
Akibatnya, saya mendapat tagihan sekitar tanggal 28 Desember 2023 sebesar Rp1.012.867. Pada tanggal 8 Oktober 2024, saya dapat tagihan lagi sudah menjadi Rp1.580.189.
Tercatat pembelian tiket Traveloka dengan nomor pemesanan 1092535648 rute Jakarta –Silangit atas nama Tn Sumitro Setiwan, tanggal 15 Desember 2023. Padahal transaksi tersebut tidak pernah saya lakukan dan saya tidak mengenal nama tersebut.
Baca juga : Traveloka PayLater Kena Hack, Kenapa Konsumen Tetap Ditagih?
Ada pula pemesanan tiket Traveloka dengan nomor 10883032241 rute Bali/Denpasar-Surabaya atas nama Tn. Eko Sumardi (ternyata di-refund). Saya juga tidak pernah memesan tiket tersebut dan tidak meminta refund, meski itu nama saya. Dua transaksi tersebut tidak ada konfirmasi ke nomor HP saya yang sudah terdaftar lebih dulu.
Justru saya baru tahu adanya email dan nomor HP tambahan ketika melaporkan ke CS Traveloka Paylater di MidPoint Jl. H Fahruddin Tanah Abang pada 8 Januari 2024. Saya juga melaporkan kedua kali pada 30 September 2024 lantaran masih terus ditagih.
Baca juga : Surat Tanggapan Traveloka Soal Produk Gift Voucher
Namun jawaban Traveloka selalu sama, transaksi normal sehingga tagihan menjadi tanggung jawab nasabah. Ini jelas tidak fair karena Traveloka tidak mempertimbangkan fakta adanya email dan nomor tambahan yang digunakan untuk mengirim notifikasi dan tidak ada konfirmasi ke nomor saya yang lebih dulu tercatat.
Bagi saya setidaknya ada 3 kejanggalan:
Karena saya benar-benar tidak pernah memesan tiket tersebut dan sangat dirugikan, maka saya tidak akan membayar. Saya juga menunggu itikat baik Traveloka menyelesaikan permasalahan ini. Terima kasih Infobank yang sudah memuat keberatan saya.
Eko Sumardi
Gandaria Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More