Keluar FCA, Saham CDIA Melesat ke Level Rp2.050

Jakarta – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada hari ini, Selasa, 5 Agustus 2025, keluar dari papan pemantauan khusus berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan hal itu, saham CDIA langsung melesat ke posisi Rp2.050 per saham atau naik 14,53 persen sesaat setelah pembukaan perdagangan pada pukul 09:02 WIB.

Meski demikian, hingga pukul 10:00 WIB harga saham CDIA kembali melandai ke level Rp1.855 per saham dan sebelumnya juga sempat menyentuh level terendah di Rp1.775.

Baca juga: Sepekan Masuk FCA, Begini Ramalan Gerak Saham CDIA Besok

Lebih lanjut, jika dilihat dari pergerakan saham CDIA selama sepekan masih menguat 1,09 persen dalam rentang level Rp1.485 hingga Rp1.850 per saham.

Sedangkan secara year-to-date (ytd) atau sejak melantai di Bursa pada 9 Juli 2025 yang lalu, saham CDIA telah melonjak 873,68 persen dari harga penawaran awal di Rp190 per saham.

Untuk diketahui saham CDIA telah masuk ke dalam efek bersifat ekuitas yang berada dalam pemantauan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Full Call Auction (FCA) sejak Jumat, 25 Juli 2025.

Baca juga: Kebijakan FCA Bikin Resah Investor, Begini Respons BEI dan OJK

Penetapan FCA oleh BEI tersebut diperkirakan berlangsung selama tujuh hari, disebabkan oleh saham CDIA yang telah mengalami suspensi lebih dari satu hari, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Bursa No I-X.

Dalam hal ini, BEI mempertimbangkan banyak aspek, namun tidak terbatas pada fluktuasi harga, order, volume, pola transaksi dan informasi material yang relevan.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya perlindungan investor di mana BEI memberikan sinyal adanya pergerakan harga atau pola transaksi yang tidak biasa pada efek tertentu sehingga investor dapat mempertimbangkan kembali keputusan investasinya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

3 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

7 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

8 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

8 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

8 hours ago

Rosan: Ekonomi Syariah Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Tensi Geopolitik

Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago