Analisis

Keluar dari Perang Likuiditas

oleh Bhima Yudhistira Adhinegara

 

LIKUIDITAS yang beredar di pasar makin menipis. Hal tersebut terkonfirmasi dari rendahnya dana pihak ketiga (DPK) sepanjang 2016 yang terus menurun. Pada Agustus 2015 pertumbuhan simpanan masih 13,24% atau di atas pertumbuhan kredit sebesar 11,2%. Kondisi itu berbalik arah hingga menjelang akhir tahun—pertumbuhan simpanan merosot ke level 5,58%, di bawah pertumbuhan kredit yang tercatat 6,65%.

Pertumbuhan simpanan yang loyo memang bukan dikarenakan faktor perlambatan ekonomi semata. Ada andil pemerintah yang menyedot dana perbankan dalam Program Tax Amnesty. Bank di kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) 1 dan 2 yang tidak tergabung dalam bank persepsi penerima uang tax amnesty pun harus gigit jari. Simpanan terkuras, sementara dana repatriasi tak kunjung diperoleh. Faktor musiman seperti Natal dan tahun baru pun turut membuat likuiditas bank makin tipis.

Ketatnya likuiditas juga ditunjukkan oleh loan to deposit ratio (LDR) yang bertahan di atas 90%. Tingginya LDR bukan lantas mengartikan bahwa penyaluran kredit cukup tinggi. LDR yang tinggi justru mengisyaratkan bahwa simpanan makin tergerus. Jika kondisi itu terus dibiarkan, dalam dua tahun ke depan perbankan akan benar-benar kesulitan mendapatkan likuiditas.

Jumlah utang yang diterbitkan pemerintah terus bertambah. Pembiayaan utang selama 2016 mencapai Rp371,6 triliun, sedangkan pada 2017 target penambahan utang baru sebesar Rp384,7 triliun. Terlebih, tahun 2018 merupakan puncak jatuh tempo surat utang pemerintah. Untuk menutup defisit anggaran plus membayar utang jatuh tempo, tidak ada cara lain selain menerbitkan utang baru. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2 3 4

Paulus Yoga

Recent Posts

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

40 mins ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

44 mins ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

1 hour ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

1 hour ago

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun

Poin Penting Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target… Read More

1 hour ago