Ekonomi dan Bisnis

KEK Industropolis Batang Siap Jadi “Shenzhen” Indonesia, Kembangkan Pariwisata Olahraga

Jakarta – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengambil langkah strategis untuk memperluas kegiatan sektor pariwisata.

KEK Industropolis menjalin kerja sama investasi dengan PT Arena Pacu Nusantara (Sarga Land) dan Euro Asia Management.

Melalui kerja sama ini, akan dikembangkan SunPark Village Club, pacuan kuda, dan lapangan golf di KEK Industropolis. Kawasan pariwisata ini akan menjadi yang terbesar di Jawa Tengah.

Kerja sama strategis ini diresmikan dalam Penandatangan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, CEO & Presiden Director Euro Asia Management, Louis Gérard Saliot, dan Direktur Utama PT Arena Pacu Nusantara, Aseanto Oudang di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.

Baca juga: Investasi KEK Kesehatan dan Pariwisata Capai USD664 juta, Ini Fasilitas yang Mau Dibangun

Direktur Utama KITB, Ngurah Wirawan mengatakan, sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto ketika meresmikan KEK Industropolis Batang Maret 2025 lalu. Presiden Prabowo mengatakan KEK Industropolis Batang diharapkan bisa menjadi Shenzhen-nya Indonesia.

Shenzhen adalah desa nelayan yang bertransformasi menjadi kota metropolis dan menjadi zona ekonomi khusus pertama di Tiongkok. Kota ini dikenal sebagai sentra manufaktur, industri teknologi, dan transportasi dunia serta destinasi wisata.

KEK Industropolis Batang sendiri sudah mendapatkan 3 status KEK, yakni industri dan manufaktur, logistik dan sistribusi serta pariwisata. Status itu ditetapkan dalam PP No. 12 tahun 2025.

Infrastruktur dan Lapangan Kerja Baru

“Proyek ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan harapan Presiden Prabowo Subianto agar kawasan ini menjadi Shenzhen-nya Indonesia. Kami percaya Euro Asia dan Sarga Group bisa membantu kami dalam mengembangkan konsep pariwisata di KEK Industropolis Batang. Kami menyediakan lahan seluas 200 hektare, memastikan dan menyediakan infrastruktur dan fasilitas pendukungnya,” jelasnya.

Baca juga: KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Baru Investasi Global

Ia menambahkan, kerja sama ini selain menghadirkan destinasi baru, juga akan membuka banyak lapangan kerja. Pariwisata dan pacuan kuda akan menyerap banyak tenaga kerja.

Rencana pengembangan kawasan wisata olahraga ini diproyeksi akan mulai dibangun pada akhir 2026. KEK Industropolis Batang menyebut sudah menyiapkan lahan hingga 200 hektare untuk proyek ini.

Destinasi Mixed Use untuk Wisata Domestik dan Mancanegara

CEO Euro Asia Management, Louis Gérard Saliot menambahkan, tujuan kerja sama ini adalah mengembangkan kawasan mixed use dengan konsep rekreasi inovatif yang belum ada di Indonesia. Hal ini diharapkan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Jawa Tengah adalah lokasi terbaik karena kita bisa menarik mayoritas penduduk yang tinggal di Pulau Jawa,” tegasnya.

Baca juga: Tenant KITB Sambut KEK: Pacu Industrialisasi dan Tingkatkan Nilai Tambah Dalam Negeri

Sementara itu, Direktur Utama PT Arena Pacu Nusantara, Aseanto Oudang, menyebut pengembangan area pacuan kuda akan menjadi daya tarik wisata yang memberi dampak ekonomi signifikan bagi Batang.

“Jadi dampak ekonominya sudah pasti ada. Pekerja-pekerja juga bakal terlibat di pacuan kuda. Jadi di sini Sarga akan masuk di sini untuk mengembangkan pacuan kuda, yang memang expertise kami,” jelasnya.

Potensi olahraga berkuda saat ini tidak hanya terbatas pada kompetisi, tetapi juga meluas ke fasilitas hiburan dan gaya hidup sehat. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

46 mins ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

4 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

9 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

10 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

10 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

20 hours ago