Kebijakan WFH Segera Diumumkan, Purbaya Hitung Dampaknya ke Ekonomi dan Konsumsi BBM

Kebijakan WFH Segera Diumumkan, Purbaya Hitung Dampaknya ke Ekonomi dan Konsumsi BBM

Poin Penting

  • Pemerintah menyiapkan kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat konsumsi energi, khususnya BBM.
  • Menkeu Purbaya menyebut WFH berpotensi menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen.
  • Selain hemat energi, WFH juga dinilai bisa mendorong konsumsi rumah tangga dan ekonomi digital.

Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai salah satu langkah penghematan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, keputusan mengenai kebijakan tersebut sudah diambil. Namun, pengumuman resminya akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

“Sudah diputuskan, tapi nanti diumumkan. Bukan saya yang ngumumkan, nanti Pak Menko,” ujar Purbaya dalam media briefing, Rabu 25 Maret 2026.

Baca juga: Pemerintah Berlakukan WFH usai Lebaran, Ini Skema dan Alasannya

Purbaya menjelaskan, penerapan WFH dinilai mampu menurunkan konsumsi energi secara signifikan. Salah satu dampak yang diharapkan adalah penghematan bahan bakar minyak.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen.

Selain itu, WFH juga dinilai dapat memicu aktivitas ekonomi di sektor lain, terutama yang berkaitan dengan konsumsi rumah tangga dan layanan berbasis digital.

“Kalau WFH, ternyata ekonominya lari kencang, lebih kencang dari dugaan kita, nggak apa-apa juga. Karena ekonomi (di sektor tertentu) naik, bisnis naik, konsumsi naik. Tapi kalau pajak saya juga naik, inline dengan itu, kan saya untung juga,” ungkapnya.

Hitungan Dampak Ekonomi Lebih Luas

Purbaya menambahkan, penghitungan dampak kebijakan WFH tidak hanya sebatas parisal atau pada satu sektor tertentu, melainkan 

bisa menggerakan ekonomi tidak hanya berfokus ke beberapa sektor, melainkan juga bisa dihitung efek rambatannya terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya.

“Jadi hitungannya nggak satu titik aja, partial equiriblium. Kalau ekonom yang betul dorong ke sini, yang sana juga gerak semua itu yang namanya general equilibrium approach. Nggak ada yang ngelanggar ekonomi,” paparnya.

Baca juga: Pekerja Swasta Boleh WFA Selama Lebaran 2026, Cek Aturan dan Jadwalnya di Sini!

Pertimbangkan Produktivitas Kerja

Dalam penerapannya, pemerintah juga mempertimbangkan aspek produktivitas. Hari pelaksanaan WFH akan dipilih dengan mempertimbangkan dampak paling kecil terhadap kinerja.

“Kalau diliburkan, dipilih yang dampaknya paling kecil ke produktivitas. Jumat, misalnya, jam kerjanya lebih pendek,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62