Poin Penting
- KB Bank menargetkan kontribusi bisnis wholesale naik menjadi 70 persen dari total portofolio pada akhir 2026.
- Perseroan mengandalkan penguatan ekosistem bisnis untuk mendorong pertumbuhan sekaligus memperkuat manajemen risiko.
- Target pertumbuhan ditopang oleh pengembangan nasabah eksisting dan akuisisi nasabah baru.
Jakarta – PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) menjadikan bisnis wholesale banking sebagai salah satu mesin pertumbuhan utama pada 2026.
Perseroan membidik kontribusi segmen wholesale menanjak menjadi 70 persen terhadap portofolio bisnis pada akhir 2026, naik dari sekitar 64 persen pada tahun sebelumnya.
Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi mengatakan, peningkatan kontribusi tersebut tak berarti bahwa KB Bank lebih mengutamakan bisnis wholesale dibandingkan segmen ritel.
Menurutnya, strategi bisnis KB Bank masih tetap dijalankan secara menyeluruh dengan memperkuat seluruh lini usaha yang ada.
“Kita itu tidak membedakan antara wholesale lebih penting atau retail lebih penting gitu. Jadi, kita melihatnya itu lebih holistik,” ujar Widodo, dalam media gathering di Jakarta, Kamis 2 Juli 2026.
Baca juga: KB Bank Gelontorkan Capex IT 2026 Rp200 Miliar, Fokus Perawatan Sistem dan Transformasi Digital
Meski demikian, dirinya tak menampik bahwa segmen wholesale memiliki prospek pertumbuhan solid selama pembiayaan difokuskan pada sektor dan industri yang memiliki daya tahan terhadap gejolak ekonomi.
“Bisnis wholesale itu tetap tumbuh di sektor-sektor dan segmen-segmen yang resilien terhadap guncangan ekonomi. Dan yang penting kita harus bangun ekosistemnya,” ujarnya.
Ekosistem Jadi Kunci Pertumbuhan
Widodo menjelaskan, penguatan ekosistem menjadi strategi kunci bagi KB Bank dalam mengembangkan bisnis wholesale.
Sebab, perbankan tak hanya berfungsi sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai pengelola sistem pembayaran yang dapat memantau arus transaksi nasabah secara menyeluruh.
Dengan memahami pergerakan arus dana dalam suatu ekosistem bisnis, bank dapat memperoleh peluang bisnis baru sekaligus meningkatkan kualitas manajemen risiko.
“Esensi dari bisnis perbankan adalah pembayaran atau perpindahan uang. Selama aliran uang itu bisa dipantau, tidak hanya menjadi sumber bisnis, tetapi juga menjadi alat untuk memonitor risiko sehingga kami bisa mendeteksi lebih dini jika terjadi penurunan atau peningkatan aktivitas bisnis nasabah,” bebernya.
Baca juga: KB Bank Naikkan Bunga Deposito hingga 6 Persen, Target Kredit Direvisi
Widodo menambahkan, pendekatan end-to-end terhadap ekosistem nasabah juga memungkinkan bank memahami kondisi industri secara lebih komprehensif sehingga pengelolaan pembiayaan menjadi lebih terukur.
Target Ditopang Nasabah Lama dan Baru
Menyoal target peningkatan kontribusi bisnis wholesale menjadi 70 persen pada 2026, Widodo mengatakan pertumbuhan akan berasal dari kombinasi pengembangan nasabah eksisting dan akuisisi nasabah baru.
Menurutnya, KB Bank tidak hanya mengejar pertumbuhan volume pembiayaan, tetapi juga memastikan sektor usaha yang dibiayai memiliki prospek yang sehat dan sesuai dengan strategi bisnis perseroan.
“Pertumbuhannya berasal dari keduanya, baik dari nasabah existing maupun nasabah baru. Yang terpenting bagi kami adalah memilih sektor dan segmen yang tepat sesuai strategi perusahaan,” katanya.
Baca juga: RUPST KB Bank 2026 Resmi Ubah Direksi, Harryanto Pramono dan Rahmat Laksamana Bergabung
Dalam wawancara dengan Infobanknews sebelumnya, kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan diproyeksikan naik menjadi 65–70 persen pada 2026.
Pertumbuhan portofolio kredit wholesale sekitar Rp22–23 triliun dengan pertumbuhan 7–8 persen yoy, meski ekspansi dilakukan secara selektif.
Meski pertumbuhan tersebut belum agresif, manajemen menilai ekspansi yang dilakukan tetap terjaga dari sisi kualitas. (*)
Editor: Yulian Saputra


