Kasus Covid-19 Naik Pesat, Pemerintah Harus Siapkan Langkah Strategis

Kasus Covid-19 Naik Pesat, Pemerintah Harus Siapkan Langkah Strategis

Kasus Covid-19 Naik Pesat, Pemerintah Harus Siapkan Langkah Strategis
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Penambahan kasus covid-19 di Indonesia terus meninggi setiap harinya. Setelah kemarin (7/1) mencatat rekor tertinggi penambahan kasus baru covid-19 sejumlah 9.321 kasus, pada hari ini (8/1) penambahan kasus bahkan menyentuh angka 10.617 kasus baru covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik, Andrinof Achir Chaniago mengingatkan seluruh pihak untuk tetap mengetatkan protokol kesehatan (Prokes). Menurutnya Pemerintah pusat maupun daerah juga harus menyiapkan langkah strategis guna menghentikan penyebaran covid-19.

“Artinya ya cara-cara untuk menangani, mencegah dan menghentikan itu ya juga harus terus ditingkatkan. Caranya yang sudah kita anggap tepat tapi belum optimal kita optimalkan. Misal pemetaan kluster sudutnya sudah membantu untuk melihat tetapi dalam pemetaan daerah mungkin perlu di cermati lagi di petakan lagi lebih detail,” kata Andrinof
melalui diskusi Satgas Covid-19 pada Kanal Youtube BNPB Indonesia, Jumat 8 Januari 2021.

Dirinya juga mengapresiasi langkah Pemerintah Pusat untuk menarik rem darurat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia menilai, dengan kebijakan tersebut seluruh pihak bisa menyiapkan langkah tepat untuk menjalani PSBB Jawa-Bali.

“Untuk pencegahannya bisa lebih tepat sasaran tadi apa yang disampaikan oleh pengusaha itu betul. Untuk di sektor formal itu lebih mudah mengendalikan nya ya sejumlah perusahaan itu malah terus melakukan perbaikan-perbaikan yang termasuk menerapkan sistem kontrol,” tambah Andrinof.

Sebagai informasi saja, penerapan PSBB Jawa-Bali pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021 mendatang sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Pembatasan kegiatan masyarakat ini antara lain membatasi tempat kerja dengan WFH 75%, belajar dilakukan secara daring, jam operasional pusat perbelanjaan dibatasi serta operasi moda transportasi juga terbatas. (*)

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]